Pekan lalu, Desa Gedumbak di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, nyaris lenyap dari peta. Disapu banjir bandang yang datang tiba-tiba, pemandangan di sana kini sungguh memilukan. Hampir semua rumah warga luluh lantak.
Dari sekitar empat ratus unit rumah yang sebelumnya berdiri, kini hanya tersisa 41 unit yang masih bisa dikenali bekas-bekasnya. Sisanya, rata dengan tanah.
Anggota DPD asal Aceh, Sudirman Haji Uma, menggambarkan kehancuran itu dengan nada berat. Ia sudah melihat langsung kondisi desa dua hari setelah bencana.
"Desa itu nyaris rata dengan tanah. Selain kerusakan fisik, enam warga dilaporkan hilang dan hingga kini belum ditemukan jenazahnya,"
Begitu ia menuturkan keprihatinannya.
Yang membuat pemandangan semakin suram adalah lautan kayu. Kayu-kayu beragam ukuran itu menumpuk di mana-mana, dibawa arus deras dari arah hulu. Di beberapa titik, tumpukannya hampir setinggi atap rumah yang masih tersisa. Menurut penuturan tokoh masyarakat setempat kepada Haji Uma, areal seluas 150 hektare kini dipenuhi kayu gelondongan.
Kondisi ini memperparah trauma dan menghambat pencarian.
"Rumah warga dan perkebunan ada tertimbun. Bahkan tidak tertutup kemungkinan ada jenazah di bawah tumpukan kayu, karena beberapa warga mencium bau menyengat,"
jelas Haji Uma lagi.
Kehidupan di Gedumbak benar-benar lumpuh. Listrik padam total, jalan-jalan rusak parah, dan akses air bersih pun terputus. Tenda pengungsian yang ada dilaporkan tak mencukupi untuk menampung semua korban. Dampaknya mulai terasa pada kesehatan; banyak warga yang mengeluh gatal-gatal akibat terpaksa menggunakan air yang tak layak.
Melihat tingkat kehancuran yang begitu masif, Haji Uma pesimistis pemulihan akan berjalan cepat. Menurut perkiraannya, butuh waktu yang sangat lama, bahkan bisa mencapai satu dekade, untuk membangun kembali desa yang hancur itu.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi