Di tengah reruntuhan dan suasana muram pascabencana di Agam, Sumatera Barat, ada tawa yang tiba-tiba pecah. Sumbernya? Sebuah layar monitor 42 inci yang dipasang dadakan di posko Polda Riau. Inilah 'bioskop' darurat yang dihadirkan untuk mengembalikan senyum anak-anak korban bencana.
Puluhan anak dari Nagari Selareh Aia itu berdatangan ke Posko Polda Riau di SMP Negeri 3 Palembayan. Antusiasme mereka terlihat jelas. Mereka duduk lesehan di atas tikar, sebagian lagi di bangku, menatap penuh harap ke arah layar yang belum menyala.
"Mau nonton apa hari ini?" tanya Kepala SPN Polda Riau, Kombes Indra Duaman, pada Sabtu (6/12/2025) lalu.
"Ipin Upin..... Ipin Upiinnn!" teriak mereka serempak, suaranya mengisi ruangan.
"Oke, kita tonton Ipin Upin ya, duduk yang tertib ya biar yang di belakang bisa nonton juga," jawab Indra.
Seketika setelah operator memutar film kartun Malaysia itu, wajah-wajah kecil itu pun berseri. Senyum lebar merekah, sejenak melupakan kepiluan di luar tenda posko.
Tak cuma tontonan gratis. Acara menonton bareng ini juga dilengkapi dengan mi cup dan aneka camilan. Suasana jadi riuh dengan gelak tawa mereka. Tertawa lepas, meski mungkin di dalam hati, bayangan bencana yang meluluhlantakkan rumah mereka belum sepenuhnya hilang.
Di sisi lain, bantuan yang diberikan Polda Riau tentu tak berhenti di hiburan semata. Warga juga menerima bantuan sembako pokok seperti beras, mi instan, dan minyak goreng untuk menopang kebutuhan sehari-hari.
Kehadiran posko ini sendiri merupakan bentuk solidaritas untuk provinsi tetangga yang sedang berduka. Dukungannya lengkap, mulai dari personel, logistik, peralatan pemulihan, hingga layanan kesehatan di lokasi bencana.
Menurut Kombes Indra Duaman, personel mereka akan bertugas di lokasi hingga 12 Desember 2025 mendatang.
"Ini adalah salah satu bentuk dukungan dari Polda Riau. Kami berharap bantuan yang diberikan ini dapat meringankan beban para korban di tengah bencana serta mempercepat pemulihan pascabencana," ujarnya.
Harapannya jelas: agar Kabupaten Agam, dan Sumbar secara keseluruhan, bisa segera bangkit. Dan untuk sore itu, lewat tawa anak-anak menonton Ipin Upin, setitik cahaya kebahagiaan memang berhasil dihidupkan kembali.
Artikel Terkait
DPR Minta Rencana Pusat Keuangan Internasional di KEK Kura Kura Bali Dikaji Mendalam
Sopir Ekspedisi Siram Air Kerbau ke Sembilan Pekerja Konveksi di Tasikmalaya, Enam Luka Berat
Jembatan dan Musala Ambruk di Bogor Akibat Arus Sungai yang Meluap
BNN Tutup Padel Tournament Piala Bersinar 2026, Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga Gaya Hidup Bebas Narkoba