Bahlil Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh, Pastikan Bantuan Vital Tepat Sasaran

- Jumat, 05 Desember 2025 | 17:20 WIB
Bahlil Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh, Pastikan Bantuan Vital Tepat Sasaran

Kabut tipis masih menyelimuti pagi di Desa Blang Panjo, Bireuen, ketika Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tiba di posko penanganan bencana. Kunjungannya, Selasa lalu, bukan sekadar formalitas. Ia datang untuk memastikan sendiri, kebutuhan paling mendasar warga yang terdampak banjir dan longsor benar-benar terpenuhi.

Di posko itu, Bahlil turut menyerahkan bantuan logistik dari PT PLN. Bantuan itu berupa ratusan kilogram beras dan gula, plus ribuan liter minyak goreng. Bantuan sembako ini langsung disalurkan untuk meringankan beban masyarakat.

“Listrik dan BBM adalah kebutuhan paling vital,” tegas Bahlil dalam keterangannya Jumat (5/12/2025).

Ia menambahkan, “Kehadiran saya bersama Dirut Pertamina, Dirut PLN, dan Dirjen Ketenagalistrikan adalah untuk memastikan dan merasakan langsung persoalan di lapangan, khususnya terkait ESDM.”

Menurutnya, koordinasi yang solid antar instansi adalah kunci. Tanpa itu, bantuan akan lambat sampai, terutama di masa-masa kritis pascabencana. Itu sebabnya, seluruh jajaran teknis sudah diperintahkan untuk bergerak lebih cepat dan memperkuat dukungan di lapangan.

Tak cuma mengecek bantuan, Bahlil juga menyempatkan diri meninjau dapur umum. Fasilitas yang disiapkan Pemda bersama PLN ini menjadi urat nadi penyediaan makanan bagi pengungsi dan relawan. Dari sanalah, ribuan porsi makanan diolah setiap harinya.

“Saya apresiasi kepada PLN. Mereka kerja sudah sangat luar biasa,” ujar Bahlil.

“Semua kekuatan nasional kita harus turunkan. Itu menyangkut dengan BBM dan listrik, menyangkut dengan apa yang hari ini saya lihat di dapur umum,” imbuhnya.

Di sisi lain, Bupati Bireuen Mukhlis menyambut hangat dukungan pemerintah pusat ini. Kehadiran menteri di tengah lokasi bencana, katanya, memberi semangat tersendiri.

“Kami juga mengapresiasi kehadiran Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang melihat langsung kondisi masyarakat di pengungsian,” kata Mukhlis.

“Kehadiran ini menjadi penyemangat bagi korban banjir untuk pulih dan bangkit kembali,” tuturnya.

Sementara itu, di lapangan, upaya pemulihan berjalan dengan tempo tinggi. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, penanganan pascabencana tak cuma soal menyalakan kembali lampu. Lebih dari itu, perlu kerja bersama untuk pulihkan aspek sosial.

“PLN berkomitmen memberikan dukungan terbaik, termasuk melalui keterlibatan dalam pembangunan dapur umum sebagai fasilitas vital selama masa pemulihan,” jelas Darmawan.

“Kolaborasi ini membuktikan bahwa percepatan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dapat dicapai ketika seluruh pihak bergerak bersama,” tegasnya.

Untuk itu, PLN mendirikan dapur umum di 11 titik tersebar di Pidie, Bireuen, Lhokseumawe, dan Bener Meriah. Empat di antaranya merupakan hasil kolaborasi dengan Kodam Iskandar Muda.

Di sisi teknis, tantangan tak kalah berat. Bireuen jadi titik paling kritis setelah lima tower SUTT 150 kV Bireuen-Arun tumbang. Jaringan ini adalah jalur penting listrik dari pembangkit Arun dan Nagan Raya ke seantero Aceh. Belum lagi 12 tower SUTT lainnya yang juga roboh.

Menyikapi ini, PLN mengerahkan tim siaga dan peralatan berat. Pekerjaan perbaikan dilakukan nonstop 24 jam, dengan dukungan TNI, Polri, dan masyarakat. Tujuannya satu: mengembalikan aliran listrik ke Serambi Mekah secepat mungkin.

Kolaborasi lintas sektor ini, menurut Darmawan, sudah memberi dampak nyata. Ia berharap momentum bersama ini bisa terus mendorong pemulihan yang lebih cepat.

Hingga saat ini, bantuan yang digelontorkan PLN melalui program TJSL dan YBM PLN untuk Aceh jumlahnya cukup signifikan. Bantuan itu mencakup puluhan ton beras, belasan ribu liter minyak goreng, ribuan paket mi instan, selimut, perlengkapan bayi, hingga paket obat-obatan. Semua dikerahkan untuk meringankan beban saudara-saudara di Aceh.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar