Pada Agustus lalu, sebuah peristiwa yang cukup mengerikan terjadi di Lembah Yordan. Otoritas Israel ternyata telah memusnahkan ratusan buaya di sebuah peternakan bernama Petza'el, yang letaknya tak jauh dari permukiman Yahudi di Tepi Barat. Alasannya? Mereka khawatir reptil-reptil itu bisa dipakai untuk aksi sabotase.
Laporan soal ini pertama kali muncul di media Israel, Ynet News, Kamis lalu. Media itu mengutip pernyataan resmi dari Administrasi Sipil dan Otoritas Alam dan Taman Israel. Intinya, pihak berwenang merasa tindakan itu sah dan perlu.
Menurut mereka, iklim keamanan di wilayah itu sedang tidak baik-baik saja. Kekhawatiran utamanya adalah kalau-kalau "para pelaku jahat" memanfaatkan hewan buas itu. Dugaan sementara, ada yang sudah menerobos pagar peternakan yang pengamanannya dinilai lemah itu, lalu melepaskan beberapa buaya ke sekitar.
Sejumlah pejabat yang enggan disebut namanya memberi pernyataan lebih gamblang kepada Ynet.
Mereka bilang, risiko buaya itu sengaja dilepaskan sebagai bagian dari serangan teror, dianggap sangat nyata.
Di sisi lain, badan terkait menegaskan bahwa mereka tak akan membuka penyelidikan lebih lanjut soal pembunuhan massal itu. Semuanya sudah sesuai aturan, klaim mereka, dilakukan dengan izin berburu yang sah. Selain alasan keamanan, kondisi peternakan itu sendiri disebut-sebut sudah buruk dan membahayakan publik.
Beberapa tahun terakhir, insiden buaya hampir kabur berulang kali terjadi. Belum lagi makin seringnya orang asing yang masuk ke area peternakan secara ilegal. Semua faktor itu, bagi otoritas, sudah cukup untuk mengambil tindakan ekstrem.
Jadi, begitulah ceritanya. Ratusan buaya di Petza'el dibunuh, bukan karena wabah penyakit, tapi lebih karena ketakutan akan sebuah ancaman yang mungkin saja terjadi.
Artikel Terkait
Studi Harvard: Latihan Beban 90-119 Menit Per Minggu Turunkan Risiko Kematian hingga 13 Persen
BNNP Kepri Sita 246 Botol Cairan Vape Diduga Mengandung Narkotika di Batam dan Karimun
Sukamta Sambut Gencatan Senjata AS-Iran: Berpotensi Redam Harga Minyak dan Perkuat Stabilitas Global
James Gunn Puji Film Aksi Joe Taslim, The Furious, sebagai Mahakarya Baru Kenji Tanagaki