Israel Musnahkan Ratusan Buaya di Tepi Barat, Dalihnya Cegah Sabotase

- Jumat, 05 Desember 2025 | 16:30 WIB
Israel Musnahkan Ratusan Buaya di Tepi Barat, Dalihnya Cegah Sabotase

Pada Agustus lalu, sebuah peristiwa yang cukup mengerikan terjadi di Lembah Yordan. Otoritas Israel ternyata telah memusnahkan ratusan buaya di sebuah peternakan bernama Petza'el, yang letaknya tak jauh dari permukiman Yahudi di Tepi Barat. Alasannya? Mereka khawatir reptil-reptil itu bisa dipakai untuk aksi sabotase.

Laporan soal ini pertama kali muncul di media Israel, Ynet News, Kamis lalu. Media itu mengutip pernyataan resmi dari Administrasi Sipil dan Otoritas Alam dan Taman Israel. Intinya, pihak berwenang merasa tindakan itu sah dan perlu.

Menurut mereka, iklim keamanan di wilayah itu sedang tidak baik-baik saja. Kekhawatiran utamanya adalah kalau-kalau "para pelaku jahat" memanfaatkan hewan buas itu. Dugaan sementara, ada yang sudah menerobos pagar peternakan yang pengamanannya dinilai lemah itu, lalu melepaskan beberapa buaya ke sekitar.

Sejumlah pejabat yang enggan disebut namanya memberi pernyataan lebih gamblang kepada Ynet.

Mereka bilang, risiko buaya itu sengaja dilepaskan sebagai bagian dari serangan teror, dianggap sangat nyata.

Di sisi lain, badan terkait menegaskan bahwa mereka tak akan membuka penyelidikan lebih lanjut soal pembunuhan massal itu. Semuanya sudah sesuai aturan, klaim mereka, dilakukan dengan izin berburu yang sah. Selain alasan keamanan, kondisi peternakan itu sendiri disebut-sebut sudah buruk dan membahayakan publik.

Beberapa tahun terakhir, insiden buaya hampir kabur berulang kali terjadi. Belum lagi makin seringnya orang asing yang masuk ke area peternakan secara ilegal. Semua faktor itu, bagi otoritas, sudah cukup untuk mengambil tindakan ekstrem.

Jadi, begitulah ceritanya. Ratusan buaya di Petza'el dibunuh, bukan karena wabah penyakit, tapi lebih karena ketakutan akan sebuah ancaman yang mungkin saja terjadi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar