Kolaborasi menarik sedang dijajaki di Sidoarjo. Kementerian UMKM dan Deltras FC duduk bersama, membahas rencana pengembangan usaha mikro dan kecil. Fokusnya? Kawasan sekitar Stadion Gelora Delta.
Pertemuan itu berlangsung Kamis lalu, tepatnya di dalam stadion itu sendiri. Menurut Tenaga Ahli Menteri Bidang Kemitraan KemenUMKM, Budi Setiawan, ini adalah langkah nyata dari sebuah nota kesepahaman yang sudah ditandatangani sebelumnya.
“Langkah ini merupakan bagian dari implementasi MoU tiga kementerian mengenai pengelolaan stadion dan kawasan sekitarnya oleh klub sepak bola,” jelas Budi, Jumat (5/12/2025).
Ia melanjutkan, kerja sama ini adalah bentuk aksi afirmatif. Landasannya adalah MoU antara KemenUMKM, Kemendagri, dan Kemenpora, yang juga menindaklanjuti surat edaran tentang optimalisasi stadion.
Intinya sederhana: mereka ingin menciptakan nilai ekonomi yang saling menguatkan. Caranya dengan mengoptimalkan pemanfaatan kawasan stadion, sehingga klub dan para pelaku UMKM di sekitarnya bisa tumbuh bersama.
“Kolaborasi ini fokus pada optimalisasi pemanfaatan stadion dan kawasan sekitarnya,” ujar Budi.
Yang menarik, skema ini tak hanya untuk Gelora Delta. Ada 20 stadion lain di Indonesia yang masuk dalam rencana serupa. Strateginya pun inklusif, melibatkan dua kelompok UMKM.
Pertama, dari kalangan suporter klub itu sendiri. Banyak di antara mereka yang ternyata pengusaha kecil. Kedua, UMKM non-suporter yang bisa diajak bermitra.
“Banyak suporter yang juga merupakan pengusaha UMKM. Melibatkan mereka adalah bagian dari tanggung jawab klub,” kata Budi. “Sementara UMKM non-suporter adalah mitra atau pihak ketiga yang sudah atau akan bekerja sama dengan klub.”
Di sisi lain, CEO Deltras FC, Amir Burhanuddin, menyambut hangat gagasan ini. Bahkan, ia melihat peluang besar di baliknya.
“Jika pengembangan UMKM di dalam stadion ini berjalan baik, Deltras bisa menjadi pionir bagi daerah lain,” tutur Amir. “Stadion di Indonesia cukup banyak, dan keberhasilan satu model dapat menjadi inspirasi.”
Dalam kunjungan itu, tim KemenUMKM tak hanya bicara. Mereka langsung turun melihat potensi, mengidentifikasi peluang untuk program Holding UMKM di kawasan tersebut. Pertemuan juga melibatkan dinas-dinas terkait dari provinsi hingga kabupaten.
Sekretaris Deputi Usaha Menengah KemenUMKM, Fitri Rinaldi, memberi catatan. Saat ini, kawasan Gelora Delta masih dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sidoarjo. Tapi justru di situlah peluangnya.
“Dari diskusi bersama, kami melihat potensi yang sangat besar apabila dilakukan sinergi lintas pihak,” ujar Rinaldi. “Hal ini dapat memberikan dampak signifikan bagi peningkatan ekonomi daerah.”
Pada akhirnya, pertemuan ini diharapkan jadi pijakan awal. Sebuah fondasi untuk program Holding UMKM dan implementasi MoU tiga menteri yang lebih konkret. Tujuannya jelas: memperkuat kolaborasi, mendongkrak ekonomi kawasan, dan yang paling penting, menghadirkan manfaat nyata buat masyarakat sekitar stadion.
Artikel Terkait
Kapolda: Enam hingga Tujuh Korban Masih Terjepit di Gerbong KRL Usai Tabrakan dengan Argo Bromo di Bekasi Timur
KRL Tertabrak Kereta Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur, 4 Tewas dan Puluhan Terluka
Kereta Purwojaya Terlantar Dua Jam di Stasiun Jatinegara Akibat Tabrakan KRL dan KRD di Bekasi Timur
Tiga Tewas dalam Tabrakan Kereta Api dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Evakuasi Korban Terjepit Masih Berlangsung