KFC dan Pizza Hut India Merger Rp 15,6 Triliun, Strategi Bertahan di Pasar Sengit

- Minggu, 04 Januari 2026 | 07:06 WIB
KFC dan Pizza Hut India Merger Rp 15,6 Triliun, Strategi Bertahan di Pasar Sengit

Dua raksasa waralaba makanan cepat saji di India, KFC dan Pizza Hut, memutuskan untuk bergabung. Nilai kesepakatan merger ini fantastis, mencapai hampir satu miliar dolar AS atau sekitar Rp 15,6 triliun. Langkah ini jelas bukan tanpa alasan. Di tengah persaingan yang makin ketat dan permintaan konsumen yang lesu, mereka butuh strategi baru untuk bertahan dan berkembang.

Intinya, mereka ingin lebih efisien. Dengan bergabung, skala usaha membesar dan biaya operasional bisa ditekan. Menurut keterbukaan informasi ke bursa AS, Devyani International Ltd. akan menerbitkan 177 saham baru untuk setiap 100 saham milik Sapphire Foods India Ltd. Jadi, operasional KFC dan Pizza Hut yang sebelumnya berjalan terpisah, nantinya bakal menyatu di bawah satu atap.

Kalau dihitung-hitung, Devyani bakal menerbitkan sekitar 568,85 juta saham untuk pemegang saham Sapphire. Berdasarkan harga saham terakhir, valuasi transaksinya menyentuh angka 83,9 miliar rupee atau setara USD 933 juta. Angka yang tidak main-main.

Reaksi pasar? Beragam. Saham Devyani sempat melesat hingga 8,3 persen di awal perdagangan Jumat, tapi euforianya meredup menjelang penutupan. Sementara itu, saham Sapphire justru ditutup melemah 4,1 persen. Pasar tampaknya masih mencerna dampak jangka panjang dari langkah konsolidasi besar-besaran ini.

Menurut pihak-pihak yang terlibat, merger ini diharapkan bisa menciptakan skala ekonomi yang lebih baik. Biaya operasional bisa dipangkas, efisiensi meningkat, dan posisi tawar mereka terhadap pemasok pun bakal lebih kuat. Yum! Brands, selaku pemilik merek, sudah menyetujui rencana ini. Rencananya, penggabungan efektif akan berlaku mulai 1 April mendatang.


Halaman:

Komentar