Bagi warga Bener Meriah, Aceh, berjalan kaki berjam-jam kini jadi satu-satunya pilihan. Logistik di rumah mereka sudah nyaris habis, dan situasi di daerah itu belum juga membaik.
Menurut cerita Wildan, seorang warga, semuanya berawal dari banjir dan longsor hebat yang mengguncang wilayah itu Rabu lalu. Akibatnya, listrik padam total. Sinyal telepon pun hilang timbul, memutus mereka dari kabar dari luar. Yang paling parah, banyak jalan dan jembatan rusak berat, terputus sama sekali.
Kondisi itu membuat pasokan barang terhambat. Di pasar, stok sembako makin tipis. Bahkan untuk mendapatkan BBM di dataran tinggi Gayo itu, rasanya seperti mencari jarum di jerami. Keadaan benar-benar belum stabil.
“Alasan lainnya keluarga juga di luar Bener Meriah,” ujar Wildan.
Artikel Terkait
AS Setujui Penjualan Senjata Rp 109 Triliun, Apache dan Kendaraan Tempur untuk Israel
Rafah Akhirnya Dibuka, Warga Gaza Boleh Pulang dengan Syarat Ketat
Ade Rezki Pratama Soroti Keterbatasan ICU dan Fasilitas Darurat di Padang Pariaman
PDIP Bantah Hadiri Pertemuan dengan Presiden: Kami Bukan Oposisi, Tapi Penyeimbang