Siang ini, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memenuhi panggilan Komisi IV DPR RI untuk sebuah rapat kerja. Agenda utamanya serius: membahas bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Situasinya memang memprihatinkan.
Rapat digelar di ruang Komisi IV, Senayan, pada Kamis (4/12/2025). Di sana, Titiek Soeharto selaku ketua memimpin jalannya pertemuan, didampingi sejumlah wakil ketua seperti Alex Indra Lukman dan Ahmad Yohan.
Sebelum pembahasan teknis dimulai, suasana hening sejenak. Titiek Soeharto mengajak seluruh yang hadir untuk mengheningkan cipta dan mendoakan para korban bencana. Ia menyampaikan duka yang mendalam atas musibah yang terjadi.
Lalu, nada bicaranya berubah, menjadi lebih tegas.
"Bapak Ibu yang saya hormati, bencana hidrometeorologi di ujung barat Indonesia ini bukan lagi sekadar anomali cuaca," ucap Titiek di ruang rapat.
Menurutnya, meski siklon tropis Senyar jadi pemicu hujan lebat, akar masalahnya lebih dalam. Ia menyoroti kondisi hutan yang sudah tak lagi rimbun.
"Ini adalah alarm keras bagi kita semua. Hujan deras akibat badai siklon tropis Senyar memang faktor alam. Namun ketidakmampuan tanah menahan air akibat hutan yang gundul adalah ulah manusia," tegasnya.
Dengan nada prihatin, ia menambahkan, "Kita tidak bisa terus-menerus menyalahkan curah hujan yang tinggi, sementara kita menutup fakta, terhadap fakta di lapangan."
Pernyataan itu seolah menjadi pembuka untuk diskusi yang panjang dan berat. Rapat pun berlanjut, dengan fokus mencari solusi atas krisis yang tak hanya soal alam, tetapi juga pengelolaan lingkungan.
Artikel Terkait
Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur, 7 Tewas dan 81 Luka-luka
Korban Tewas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Bertambah Jadi 7 Orang, 81 Luka-Luka
Dua Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI di Stasiun Depok Baru Ditangkap
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI di Stasiun Depok Baru