Tim DVI Sumbar Berjuang Identifikasi 26 Korban Banjir dan Longsor yang Masih Gelap

- Kamis, 04 Desember 2025 | 11:45 WIB
Tim DVI Sumbar Berjuang Identifikasi 26 Korban Banjir dan Longsor yang Masih Gelap

Bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat telah merenggut nyawa 200 orang. Sungguh sebuah angka yang memilukan. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda setempat, dalam upaya yang melelahkan, baru berhasil mengidentifikasi 174 jenazah. Sementara itu, nasib 26 korban lainnya masih gelap, proses identifikasi mereka terus berjalan.

Dari korban yang sudah dikenali, komposisinya hampir berimbang: 86 laki-laki dan 87 perempuan. Namun, untuk 26 jenazah yang belum teridentifikasi, kondisi mereka lebih kompleks. Ada 14 laki-laki dan 8 perempuan, ditambah beberapa potongan tubuh yang masih memerlukan penelitian lebih mendalam oleh tim forensik.

Proses identifikasi massal ini tersebar di beberapa titik. Menurut keterangan yang didapat pada Kamis lalu, semua dilakukan di posko DVI dan rumah sakit rujukan di seluruh Sumbar.

Di RS Bhayangkara Padang, dari 61 jenazah yang diterima, 35 sudah berhasil diidentifikasi. Sisanya, 26 jenazah, termasuk yang kondisi tubuhnya tidak utuh, masih dalam proses.

Posko DVI Agam menangani beban terberat, dengan 106 jenazah. Kabar baiknya, 103 di antaranya sudah berhasil dikenali 45 di antaranya laki-laki dan 61 perempuan.

Untuk lokasi lain, Posko DVI Padang (gabungan Polresta dan RSUD Rasidin) melaporkan 5 jenazah teridentifikasi. Sementara di Pasaman Barat, 3 korban telah dikenali. Posko Bukittinggi mencatat 10 korban meninggal yang teridentifikasi, dengan perbandingan jenis kelamin yang setara. Sedangkan di Padang Panjang, dari 15 jenazah, 13 sudah diketahui namanya.

Di sisi lain, angka orang hilang justru membuat hati semakin sesak: 212 orang masih dinyatakan hilang. Rinciannya, 97 laki-laki dan 115 perempuan. Data ini dinamis, bisa berubah kapan saja seiring laporan dari keluarga dan aparat di lapangan yang terus mengalir.

Bagi korban yang selamat, perjuangan belum usai. Mereka kini masih terbaring di sejumlah rumah sakit. RSUD Agam merawat 22 orang, RSUD Padang Panjang merawat 1 pasien laki-laki, dan RSUD Rasidin Padang merawat 2 orang.

Proses yang dijalankan Tim DVI sendiri sangat ketat. Mereka tak hanya mengandalkan pengenalan wajah. Pencocokan data sebelum dan sesudah kematian, ciri fisik khusus, hingga rekam medis semuanya diteliti. Jika diperlukan, pemeriksaan DNA pun akan dilakukan. Ini soal memulangkan nama dan martabat kepada keluarga yang menunggu.

Bagi masyarakat yang masih mencari anggota keluarganya, imbauannya jelas: segera hubungi posko DVI terdekat atau polisi. Bawalah dokumen pendukung apa pun. Foto, catatan medis, atau ingatan akan ciri khas seperti tahi lalat atau bekas luka bisa menjadi kunci yang sangat berharga dalam proses yang rumit ini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler