Bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat telah merenggut nyawa 200 orang. Sungguh sebuah angka yang memilukan. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda setempat, dalam upaya yang melelahkan, baru berhasil mengidentifikasi 174 jenazah. Sementara itu, nasib 26 korban lainnya masih gelap, proses identifikasi mereka terus berjalan.
Dari korban yang sudah dikenali, komposisinya hampir berimbang: 86 laki-laki dan 87 perempuan. Namun, untuk 26 jenazah yang belum teridentifikasi, kondisi mereka lebih kompleks. Ada 14 laki-laki dan 8 perempuan, ditambah beberapa potongan tubuh yang masih memerlukan penelitian lebih mendalam oleh tim forensik.
Proses identifikasi massal ini tersebar di beberapa titik. Menurut keterangan yang didapat pada Kamis lalu, semua dilakukan di posko DVI dan rumah sakit rujukan di seluruh Sumbar.
Di RS Bhayangkara Padang, dari 61 jenazah yang diterima, 35 sudah berhasil diidentifikasi. Sisanya, 26 jenazah, termasuk yang kondisi tubuhnya tidak utuh, masih dalam proses.
Posko DVI Agam menangani beban terberat, dengan 106 jenazah. Kabar baiknya, 103 di antaranya sudah berhasil dikenali 45 di antaranya laki-laki dan 61 perempuan.
Artikel Terkait
GPII Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden, Ini Argumennya
Trump Klaim Putin Setop Serangan di Kyiv Atas Permintaannya: Karena Cuaca Sangat Dingin
Iran di Ujung Tanduk: Krisis Ekonomi dan Strategi Pertahanan Suci di Tengah Gempuran Sanksi
Antusiasme Luar Biasa, Donor Darah Polda Riau Lampaui Target