Wang Huning Tiba di Indonesia, Bahas Energi Bersih dan Kerja Sama Ekonomi dengan Prabowo

- Kamis, 04 Desember 2025 | 09:35 WIB
Wang Huning Tiba di Indonesia, Bahas Energi Bersih dan Kerja Sama Ekonomi dengan Prabowo

Pesawatnya baru saja mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, dan sambutan hangat sudah menunggu. Wang Huning, pejabat tinggi setingkat ketua MPR dari Tiongkok, memulai rangkaian kunjungan kerjanya ke Indonesia. Menyambut kedatangannya, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno tampak hadir langsung di bandara.

Dalam keterangannya pada Kamis (4/12/2025), Eddy menyampaikan ucapan selamat datang.

“Selamat datang di Indonesia Ketua MPR Republik Rakyat Tiongkok Y.M Wang Huning. Semoga kunjungan Y.M Wang Huning memperkuat kerja sama strategis dan saling menguntungkan antara Indonesia dan Tiongkok dalam berbagai kebijakan dan pembangunan,” ujar Eddy Soeparno.

Agenda kunjungan ini cukup padat. Menurut Eddy, Wang Huning dijadwalkan bertemu dengan pimpinan DPR, MPR, DPD, dan tentu saja Presiden RI Prabowo Subianto. Harapannya jelas: pertemuan-pertemuan tingkat tinggi ini bisa mengeratkan lagi hubungan kedua negara.

Nah, salah satu fokus yang mencuat adalah soal energi bersih. Eddy, yang juga Doktor Ilmu Politik UI ini, melihat ada peluang kolaborasi yang besar di sana. Ia menyinggung pencapaian Tiongkok, yang saat ini membangun sistem energi terbarukan terbesar di dunia utamanya dari tenaga surya dan angin.

Meski begitu, ia tak menampik bahwa ketergantungan pada batu bara masih ada. Tapi angka pertumbuhannya terbilang masif.

“Pada 2025, penambahan energi terbarukan di China kemungkinan akan mencapai 793 GW, meningkat 11 persen dari 717 GW pada 2024,” lanjutnya.

Pencapaian itu, dalam pandangannya, bisa selaras dengan komitmen Presiden Prabowo untuk mempercepat transisi energi. Target dekarbonisasi Indonesia di tahun 2060, atau bahkan lebih cepat, membutuhkan sekutu dan teknologi. Di sinilah ruang kerja sama terbuka lebar.

“Sebagai negara yang sama-sama sedang berupaya beralih ke energi bersih, Indonesia dan China bisa bekerjasama dalam berbagai ruang kebijakan,” ungkap Eddy. Ia menyebut investasi untuk pengembangan energi terbarukan di Indonesia yang butuh pembiayaan besar, sekaligus potensi menciptakan lapangan kerja hijau atau green jobs yang luas.

Di sisi lain, kerja sama ekonomi secara keseluruhan juga jadi perhatian. Eddy meyakini pertemuan dengan Prabowo akan memperkuat hal itu. Apalagi, kedua negara kini sama-sama tergabung dalam BRICS.

“Peluang kerjasama ekonomi dengan China maupun di BRICS harus diambil Indonesia,” tegasnya. Menurut Eddy, ini adalah terobosan penting untuk memperluas pasar ekspor dan mendiversifikasi komoditas dagang. Strategi ini bisa mengurangi ketergantungan pada satu dua negara saja sekaligus membuka peluang ekonomi baru di negara-negara ekonomi berkembang.

Dalam kunjungan kali ini, Wang Huning tidak sendirian. Ia turut didampingi oleh sejumlah pejabat, termasuk Dubes RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangoen, dan Dubes Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong. Kehadiran mereka menunjukkan betapa kunjungan ini dipersiapkan dengan serius, menandai babak baru dalam diplomasi kedua negara.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar