Dubes Belanda Sampaikan Duka di Tengah Konferensi, Korban Banjir Sumatera Tembus 700 Jiwa

- Selasa, 02 Desember 2025 | 22:50 WIB
Dubes Belanda Sampaikan Duka di Tengah Konferensi, Korban Banjir Sumatera Tembus 700 Jiwa

Dubes Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, menyampaikan duka mendalamnya atas musibah yang melanda Sumatera. Ia menyebutkan hal itu dalam sebuah konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa (2/12) sore, yang sebenarnya membahas pemulangan dua narapidana asal Belanda. Bersama Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, ia tak lupa menyampaikan simpati.

"Di sini, malam ini, saya ingin mengucapkan belasungkawa mendalam kepada korban dan keluarga terdampak banjir di Sumatera," ujar Marc dengan bahasa Indonesia yang lancar.

Ia melanjutkan, "Pikiran dan doa kami menyertai mereka semua."

Di sisi lain, data terbaru dari BNPB justru semakin mempertegas betapa dahsyatnya bencana ini. Per Selasa petang, tepatnya pukul 17.11 WIB, angka korban jiwa sudah mencapai 712 orang. Itu baru dari tiga provinsi: Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Korban hilang pun masih sangat banyak, tercatat 507 orang belum ditemukan.

Kalau dirinci, situasinya sungguh memilukan. Di Aceh, 218 orang meninggal dengan 227 lainnya hilang. Sumatera Barat kehilangan 193 nyawa dan masih mencari 117 warganya. Sementara Sumatera Utara mencatat korban tewas tertinggi, 301 orang, dengan 163 orang lainnya dinyatakan hilang.

Kerusakan infrastrukturnya juga luar biasa. Ribuan rumah hancur, mulai dari rusak ringan hingga berat. Tak cuma itu, ratusan fasilitas pendidikan dan jembatan juga ikut porak-poranda. Bencana ini telah memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi, dengan total terdampak mencapai 3,3 juta jiwa. Angka yang sulit dibayangkan.

Dengan kondisi seperti ini, ucapan belasungkawa dari duta besar negara sahabat seperti Belanda tentu sangat berarti. Namun begitu, yang lebih dibutuhkan sekarang adalah aksi nyata dan solidaritas untuk membantu pemulihan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar