Pulau Tidung Siap Jadi Primadona Ekowisata Ibu Kota

- Selasa, 02 Desember 2025 | 14:50 WIB
Pulau Tidung Siap Jadi Primadona Ekowisata Ibu Kota

Pulau Tidung digadang-gadang bakal jadi ikon baru ekowisata Jakarta. Hal ini diungkapkan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI, yang tengah gencar mempromosikan pulau tersebut lewat serangkaian program. Tidak main-main, mereka mengemasnya dalam kegiatan Famtrip dan rencana festival malam bertajuk Bright Island Fest 2025.

Famtrip yang digelar akhir November lalu menjadi langkah awal yang strategis. Acara ini sekaligus merangkai program dari Kementerian Pariwisata RI. Delegasi dari media nasional dan sejumlah kreator konten diajak turun langsung, menyaksikan sendiri bagaimana konservasi berbasis masyarakat di Pulau Tidung dijalankan.

Edukasi jadi kunci. Peserta diajak memahami nilai ekologis kawasan itu lebih dalam. Mereka melihat dari dekat fungsi hutan mangrove sebagai pelindung pesisir, mengamati biota laut unik seperti Kuda Laut dan Ikan Badut, serta berkunjung ke penangkaran penyu di Pulau Tidung Kecil. Yang menarik, penangkaran itu dikelola secara mandiri oleh komunitas setempat.

Menurut Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Andhika Permata, Pulau Tidung adalah contoh nyata bagaimana daya tarik alam dan upaya konservasi bisa berjalan beriringan.

"Lewat famtrip ini, kami ingin tunjukkan bahwa pengelolaan pariwisata Jakarta, khususnya di Kepulauan Seribu, tidak cuma soal keindahan pemandangan. Lebih dari itu, ada komitmen untuk menjaga lingkungan dan ekosistem pesisir agar tetap lestari. Keberhasilan wisata berbasis komunitas dan konservasi ini bisa dilihat langsung di sini," jelas Andhika dalam keterangan tertulisnya.

Di sisi lain, Disparekraf juga ingin memperkenalkan sisi lain Kepulauan Seribu: kehidupan malamnya. Mereka punya rencana Bright Island Fest 2025 yang akan digelar di Pulau Tidung Besar. Festival ini rencananya akan diisi dengan instalasi cahaya, alunan musik lokal, dan beragam aktivitas kreatif. Tujuannya sederhana, menunjukkan bahwa pariwisata pulau bisa tetap hidup dan inklusif bahkan setelah matahari terbenam.

Dalam semua upaya ini, peran media dan kreator konten dinilai sangat krusial.

"Cerita tentang konservasi dan keunikan laut kita akan lebih kuat jika disuarakan oleh mereka. Kehadiran rekan-rekan media dan kreator membantu pesan kami sampai ke audiens yang lebih luas, baik soal pentingnya menjaga ekosistem maupun potensi event malam seperti Bright Island Fest," ujar Lucky Wulandari, Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf.

Jadi, lewat gabungan antara edukasi, pemberdayaan komunitas, dan promosi event, targetnya jelas: menjadikan Pulau Tidung sebagai destinasi ekowisata holistik. Suatu tempat yang tak hanya menarik dikunjungi, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran para wisatawannya akan lingkungan. Pemerintah berharap, publikasi dari kegiatan ini bisa menarik minat wisatawan yang memang punya kepedulian terhadap keberlanjutan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar