Veda Ega Pratama Incar Podium Moto3 Italia di Mugello, Sirkuit yang Pernah Membawanya Sapu Bersih Kemenangan

- Selasa, 26 Mei 2026 | 16:00 WIB
Veda Ega Pratama Incar Podium Moto3 Italia di Mugello, Sirkuit yang Pernah Membawanya Sapu Bersih Kemenangan

Veda Ega Pratama kembali ke Sirkuit Mugello akhir pekan ini dengan membawa kenangan manis yang membekas dari musim lalu. Lintasan di Italia itu bukan sekadar aspal dan tikungan baginya, melainkan panggung tempat ia pernah menaklukkan rival-rival beratnya, termasuk Brian Uriarte dan Hakim Danish, di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup. Kini, di seri ketujuh Moto3 musim 2026, pembalap muda Indonesia itu hadir dengan status yang berbeda.

Veda tak lagi dipandang sebagai sekadar talenta Asia yang sedang menimba pengalaman. Pembalap Honda Team Asia itu telah menjelma menjadi salah satu rookie paling disorot di kelas Moto3 musim ini. Perjalanannya dari ajang junior hingga ke panggung dunia menunjukkan grafik peningkatan yang sulit diabaikan.

Musim lalu, penampilan Veda di Mugello nyaris sempurna. Saat masih membalap di Red Bull MotoGP Rookies Cup, ia berhasil menyapu bersih dua balapan sekaligus di sirkuit milik tim Formula 1 Ferrari tersebut. Pada race pertama, ia finis terdepan mengungguli David Gonzalez dan Giulio Pugliese, sementara Hakim Danish hanya mampu bertahan di posisi ke-13. Kesuksesan itu berlanjut di race kedua, di mana ia kembali menjadi yang tercepat dan memastikan sapu bersih kemenangan di tanah Italia.

Prestasi Veda tidak berhenti di Mugello. Ia juga mencatatkan kemenangan lain di race 2 Sachsenring, Jerman, yang semakin memperkuat namanya di level junior dunia. Pada akhir musim Rookies Cup 2025, Veda finis di posisi kedua klasemen, tepat di bawah Brian Uriarte, sementara Hakim Danish mengakhiri musim di peringkat ketiga.

Memasuki Moto3 musim 2026, konsistensi Veda langsung terlihat. Meski berstatus pendatang baru, ia mampu bersaing di papan atas klasemen. Setelah enam seri balapan, ia menempati posisi kelima dengan koleksi 58 poin, sejajar dengan rival-rival yang jauh lebih berpengalaman. Salah satu puncak performanya terjadi di Moto3 Brasil, ketika ia berhasil finis di posisi ketiga dan naik podium.

Di sisi lain, perjalanan Veda musim ini tidak sepenuhnya mulus. Ia sempat gagal finis di Moto3 Amerika Serikat. Namun, di luar insiden tersebut, ia selalu mampu menembus zona delapan besar. Konsistensi inilah yang membuatnya mulai disebut sebagai salah satu calon bintang masa depan di kelas Moto3.

Balapan di Mugello akhir pekan ini dipastikan tidak akan berjalan mudah. Sejumlah rival lama yang sudah sangat mengenal karakter sirkuit Italia tersebut siap kembali menjadi ancaman. Selain Brian Uriarte dan Hakim Danish, nama-nama seperti Marco Morelli, Maximo Quiles, Adrian Fernandez, Alvaro Carpe, Valentin Perrone, hingga David Almansa diprediksi akan meramaikan persaingan di barisan depan. Banyak pembalap papan atas musim ini yang sudah memiliki pengalaman panjang di Mugello, sehingga persaingan dipastikan berlangsung ketat.

Namun, dengan modal dua kemenangan musim lalu, Veda memiliki peluang besar untuk kembali tampil kompetitif. Ia tidak hanya datang untuk berpartisipasi, melainkan untuk mengincar podium dan memperbaiki posisinya di klasemen.

Rangkaian Moto3 Italia 2026 akan dimulai pada Jumat (29/5) dengan sesi latihan bebas pertama. Pada hari yang sama, sesi practice akan digelar pada pukul 18.15 hingga 18.50 WIB. Keesokan harinya, Sabtu (30/5), sesi free practice kedua berlangsung pukul 13.40 hingga 14.10 WIB, dilanjutkan dengan sesi kualifikasi pada pukul 17.45 hingga 18.25 WIB. Balapan utama akan digelar pada Minggu (31/5) mulai pukul 16.00 WIB.

Sementara itu, peta persaingan di puncak klasemen sementara Moto3 musim 2026 masih didominasi oleh Maximo Quiles dengan 140 poin. Adrian Fernandez menyusul di posisi kedua dengan 76 poin, disusul Alvaro Carpe dengan 73 poin, dan Marco Morelli dengan 58 poin. Veda Ega Pratama berada di posisi kelima dengan koleksi poin yang sama dengan Morelli, yakni 58 poin. Posisi keenam hingga kesepuluh berturut-turut ditempati oleh Valentin Perrone (56 poin), David Almansa (52 poin), Guido Pini (46 poin), Brian Uriarte (42 poin), dan David Munoz (30 poin).

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar