Ketegangan antara China dan Jepang kembali memanas. Kali ini, Beijing melayangkan kritik tajam terhadap rencana Tokyo yang akan menempatkan rudal di sebuah pulau tak jauh dari Taiwan. Rencana itu, menurut pemerintah China, bukanlah langkah biasa. Mereka menilainya sebagai upaya yang disengaja untuk menciptakan ketegangan regional dan bahkan memprovokasi konfrontasi militer.
Suasana diplomatik antara kedua negara memang sedang tidak baik-baik saja. Beberapa pihak menyebut ini sebagai krisis terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Pemicunya? Pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi awal bulan ini yang menyebut bahwa serangan hipotetis China terhadap Taiwan bisa memicu respons militer dari Jepang. Pernyataan itu jelas menggema keras di Beijing.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada Minggu (23/11) mengonfirmasi bahwa rencana penempatan rudal jarak menengah jenis darat-ke-udara di pangkalan militer Yonaguni terus berjalan. Pulau kecil itu letaknya strategis, hanya sekitar 110 kilometer dari pantai timur Taiwan.
“Kita meyakini bahwa keberadaan unit ini akan mengurangi kemungkinan serangan bersenjata terhadap negara kita,” ucap Koizumi.
Menurutnya, langkah itu murni untuk melindungi Yonaguni.
Artikel Terkait
KPK Panggil Anggota DPRD Bekasi untuk Perkuat Kasus Bupati Nonaktif
Jaksa Italia Selidiki Tragedi Bar Swiss yang Tewaskan 40 Orang
KPK Dalami Aliran Dana Kasus Bupati Bekasi dan Wakil Ketua DPRD
Tragedi di Gaza: Drone Israel Tewaskan Empat Anak dalam Serangan ke Tenda Pengungsi