Kebakaran Gudang Oli di Bogor Akhirnya Berhasil Dipadamkan
Setelah berjuang hampir 13 jam lamanya, kobaran api di sebuah gudang penyimpanan oli bekas di Kecamatan Gunung Putri, Bogor, akhirnya berhasil ditaklukkan. Meski begitu, suasana mencekam belum sepenuhnya hilang. Petugas pemadam kebakaran masih tetap berjaga di lokasi untuk memastikan semuanya benar-benar aman.
“Sudah masuk tahap pendinginan sekarang,” jelas Abdul Wafi, Danru Sektor Gunung Putri Damkar Kabupaten Bogor, pada Sabtu (22/11/2025). “Anak buah kami masih standby di sini.”
Perjuangan memadamkan si jago merah ini terhitung sangat panjang. Dimulai sejak Jumat sore sekitar pukul 16.30 WIB, api baru benar-benar bisa dikendalikan keesokan paginya, tepatnya sekitar pukul 06.00 WIB. Proses yang melelahkan.
“Kurang lebih 12 jam kami bertarung dengan api, dari kemarin sore sampai pagi ini, baru kemudian bisa mulai pendinginan,” tuturnya lagi, menggambarkan betapa sulitnya situasi di lapangan.
Lalu, apa sebenarnya yang memicu bencana ini? Sayangnya, itu masih menjadi misteri. Tim penyelidik masih menelusuri sumbernya. Menurut sejumlah saksi yang sempat melihat kejadian, api sudah berkobar sangat besar saat pertama kali terlihat. Seolah-olah muncul tiba-tiba dan langsung menjadi amuk yang sulit dikendalikan.
“Untuk penyebab pastinya, kami belum bisa memastikan. Saksi pelapor menyebut mereka sudah menemukan api dalam keadaan besar di area gudang,” beber Abdul Wafi.
Dihadang Kendala Berat
Sebelumnya, situasi sempat sangat mencemaskan. Kebakaran yang menghanguskan gudang oli bekas itu belum juga padam hingga larut malam. Petugas damkar terus berupaya mati-matian melawan si jago merah di tengah kondisi yang jauh dari mudah.
“Objek yang terbakar adalah gudang oli bekas. Situasi terakhir, proses pemadaman masih terus dilakukan,” kata Kadis Damkar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, pada Jumat malam sekitar pukul 22.33 WIB.
Upaya pemadaman dilakukan dengan segala cara. Petugas berusaha meminimalisir area yang terbakar dan bahkan menggunakan detergen untuk membantu prosesnya. Mereka juga berusaha mengurai material-material yang sudah hangus terbakar. Namun, rintangan yang dihadapi tidak main-main.
Yudi membeberkan dua kendala utama yang sangat menyulitkan timnya. Pertama, adalah keberadaan kontainer-kontainer yang masih berisi oli bekas. Bahan yang sangat mudah terbakar itu seperti menyulitkan langkah petugas.
Di sisi lain, akses menuju lokasi kebakaran juga terhambat. Material berupa asbes dan baja ringan yang berantakan menutupi jalan, membuat manuver tim dan peralatan menjadi tidak leluasa. Kombinasi yang sungguh menantang di tengah situasi genting.
Artikel Terkait
Polda Riau Pasang Papan Green Policing di Sepuluh Titik Strategis Pekanbaru
Menteri PUPR Tegaskan Jaminan Keamanan dan Hukum untuk 141 Ribu Rumah Subsidi Meikarta
Bancassurance Kuasai 41,5% Pangsa Pasar Asuransi Jiwa hingga Kuartal III 2025
Sahroni Desak Polisi Percepat Penetapan Tersangka Kasus Anak Tewas di Sukabumi