Pesawat Mendarat Darurat di Sawah Karawang, Pilot Cerita Detik-detik Mesin Mati
Sebuah pesawat GA28 Airplane milik PT Wise Air terpaksa melakukan pendaratan darurat yang menegangkan di hamparan sawah di Karawang, Jawa Barat. Bukan di bandara, melainkan di antara padi yang menghijau.
Kapten Eko Agus Nugroho, sang pilot, masih terlihat tegang saat menceritakan momen kritis itu. Menurut penuturannya, semua berjalan normal hingga tiba-tiba mesin pesawat bermasalah. Mereka sedang dalam penerbangan dari Bandara Budiharto Tangerang menuju Cirebon.
"Saat pesawat sudah mencapai ketinggian 5.500 kaki, secara tiba-tiba mesin pesawat seperti tidak bertenaga, 'loss power'," ujar Kapten Eko.
Ia menyampaikan keterangan ini di hadapan Bupati Karawang Aep Syaepuloh beserta jajaran Forkopimda yang meninjau lokasi kejadian pada Jumat (21/11) sore. Suasana saat itu cukup tegang, namun penuh rasa syukur.
Setelah mesin kehilangan tenaga, situasi langsung berubah mencekam. Pesawat yang semula melayang di ketinggian 5.500 kaki itu terjun bebas dengan cepat. Hanya dalam hitungan menit, ketinggiannya merosot tajam hingga ke 500 kaki. Di ketinggian yang sangat rendah itulah, Kapten Eko mengambil keputusan penting: mendaratkan pesawat di areal persawahan yang terhampar di bawah.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan memberikan konfirmasi terpisah. Ia menyebut pesawat lepas landas dari Tangerang pukul 13.50 WIB dan mengalami gangguan teknis di tengah perjalanan.
"Diduga akibat technical error berupa loss power kemudian Pesawat mendarat darurat sekitar pukul 14.20 WIB di pesawahan Dusun Waluya, Desa Kertawaluya, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang," jelas Hendra.
Yang paling penting, semua orang di dalam pesawat berhasil selamat. Kelima awak kabin langsung mendapatkan pemeriksaan oleh tim medis setempat. Syukur, tidak ada satupun yang mengalami luka serius. Hanya sedikit trauma, tentu saja, setelah melalui pengalaman yang cukup mencekam.
Berikut adalah daftar kelima awak pesawat yang selamat dalam insiden tersebut:
Pilot
Eko Agus Nugroho, 46 tahun
Co-pilot
Ibnu Barkah Romadioni, 33 tahun
Teknik
Rizky Dwi Andrea, 38 tahun
Nur Andi Lesmana, 30 tahun
Kru Cadangan
Wilmar Eko Baryano, 48 tahun
Kejadian ini tentu menjadi pelajaran berharga. Pendaratan darurat di area persawahan memang bukan hal yang diharapkan, tapi berakhir dengan keselamatan seluruh penumpang adalah sebuah keberuntungan besar. Pilot dan kru pun dipuji atas kepiawaian mereka menangani situasi kritis ini.
Artikel Terkait
Gubernur Turun Tangan Atasi Protes Warga Soal Kebisingan Lapangan Padel
Brimob Polda Maluku Pecat Anggota Terkait Tewasnya Pelajar MTs di Tual
SBY Peringatkan Ancaman Perang Dunia di Tengah Geopolitik Global yang Memanas
KIP Putuskan Hasil TWK KPK Harus Dibuka untuk Publik