Israel Klaim Tewaskan 13 Anggota Hamas di Lebanon, Korban Disebut Warga Sipil di Lapangan Bola

- Sabtu, 22 November 2025 | 02:35 WIB
Israel Klaim Tewaskan 13 Anggota Hamas di Lebanon, Korban Disebut Warga Sipil di Lapangan Bola

Suara dentuman keras menggelegar di wilayah Lebanon selatan beberapa hari lalu. Kini, militer Israel akhirnya buka suara tentang serangan yang mereka lakukan.

Menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Sabtu (22/11/2025), mereka mengklaim telah menewaskan 13 anggota Hamas dalam serangan presisi itu. "13 teroris Hamas tewas dalam serangan presisi IDF yang menargetkan kompleks pelatihan organisasi tersebut di Lebanon selatan," begitu bunyi keterangan tentara Israel seperti dilansir AFP.

Namun begitu, versi cerita dari pihak Lebanon sangat berbeda. Otoritas setempat menyebut lokasi yang dibombardir itu adalah kamp Ain al-Helweh – sebuah tempat pengungsian warga Palestina. Serangan ini sendiri terjadi pada Selasa (18/11) waktu setempat.

Militer Israel bersikukuh dengan tindakan mereka. "Militer Israel beroperasi melawan Hamas di Lebanon, dan akan terus beroperasi melawan teroris Hamas di mana pun mereka beroperasi," tegas mereka.

Di sisi lain, Hamas membantah keras klaim Israel. Dalam pernyataan Kamis (19/11) yang disertai foto 13 pria muda, mereka menyebut serangan ini sebagai "pembantaian mengerikan" yang menewaskan warga sipil tak berdosa.

Kelompok militan itu juga membantah memiliki instalasi militer di kamp-kamp Palestina di Lebanon. Mereka menyebut klaim Israel hanya "kebohongan" belaka.

Memang militer Israel merilis video serangan yang konon menarget sebuah gedung. Tapi menurut saksi di lapangan, ceritanya lain sama sekali. Hamas bersikeras bahwa "lokasi yang ditargetkan adalah lapangan olahraga terbuka yang sering dikunjungi oleh para pemuda di kamp tersebut". Mereka menegaskan, "mereka yang menjadi target adalah sekelompok anak laki-laki" yang sedang berada di lapangan saat serangan terjadi.

Kamp Ain al-Helweh sendiri bukan tempat sembarangan. Lokasinya padat, terletak di pinggiran kota pesisir Sidon, dan dikenal sebagai kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon.

Yang membuat situasi makin rumit, serangan ini terjadi di tengah gencatan senjata yang seharusnya masih berlaku. Kesepakatan November lalu itu bertujuan menghentikan permusuhan dengan sekutu Hamas, Hizbullah, yang sudah berlangsung lebih dari setahun. Tapi nyatanya, tembakan dan ledakan masih terus terdengar.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar