Getarannya datang tiba-tiba. Hari Jumat (21/11) pagi itu, guncangan dahsyat melanda wilayah di luar Dhaka, ibu kota Bangladesh. Akibatnya, setidaknya tiga orang dilaporkan tewas.
Menurut data yang dirilis Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa bermagnitudo 5,5 itu berpusat dekat kota Narsingdi, sekitar 33 kilometer dari Dhaka. Kejadiannya tepat pada pukul 10:38 waktu setempat. Namun begitu, catatan dari Departemen Meteorologi Bangladesh sedikit berbeda, mereka menyatakan magnitudonya mencapai 5,7 dengan pusat di distrik Madhabdi, Narsingdi. Guncangan itu sendiri berlangsung cukup lama, sekitar 26 detik.
Bayangkan saja, getarannya bahkan terasa hingga ke Kolkata, India, yang jaraknya lebih dari 325 kilometer. Reporter AFP di kota tersebut melaporkan pemandangan orang-orang berhamburan keluar dari kantor dan rumah mereka.
"Saya merasakan getaran dan tempat tidur saya bergeser... Saya bergegas keluar dari kamar," ujar Sumit Dutta, seorang warga berusia 66 tahun, menggambarkan kepanikan sesaat itu.
Untungnya, di India tidak ada laporan langsung mengenai korban jiwa atau kerusakan parah. Situasinya berbeda sama sekali di Bangladesh.
Gempa di pagi hari libur itu jelas memicu kepanikan massal. Di negara berpenduduk 170 juta jiwa ini, banyak orang sedang berada di rumah. Saksi mata dari AFP di Dhaka menyaksikan langsung suasana mencekam; beberapa orang menangis di jalanan, sementara yang lain terpaku tak percaya.
Korban jiwa pun berjatuhan. Departemen kesehatan setempat mengonfirmasi tiga orang meninggal, salah satunya adalah seorang mahasiswa kedokteran. Situasinya dianggap cukup serius sehingga USGS sempat mengeluarkan peringatan tentang potensi "korban jiwa yang signifikan" serta kerusakan yang luas.
Artikel Terkait
19 Negara dan Dua Organisasi Internasional Kecam Perluasan Kendali Israel di Tepi Barat
Golkar Usulkan Parliamentary Threshold 5%, Tolak Usulan NasDem 7%
Dasco Minta Penundaan Impor 105.000 Mobil Pikap India, Tunggu Presiden Prabowo
Kim Yo Jong Naik Jabatan dalam Kongres Partai Buruh Korea Utara