"Saat ini pergantiannya sudah mulai dilakukan bertahap," tutur Nanik. Ia lalu menirukan pesan presiden, "'Wah, ya nanti kalau misalnya ini kan mau Nataru nih, mau Nataru, kemudian lebaran, ya kan. Nanti mungkin telur untuk anak-anak kita kurangi tapi diganti daging sapi, diganti telur puyuh', gitu. Intinya supaya tidak mengganggu stok dan kebutuhan masyarakat yang mau merayakan."
Meski begitu, kondisi di lapangan saat ini masih relatif stabil. Kenaikan harga telur disebutnya belum signifikan, meski tanda-tanda kenaikan sudah mulai terlihat.
"Ya sekarang masih, masih kecil, ya, tapi kan tanda-tanda itu mulai ada," katanya memberikan contoh. "Misalnya di daerah-daerah dimana distribusi SPPG-nya sudah penuh, di situlah harga telur mulai merangkak naik. Yang juga perlu diwaspadai adalah harga buah. Dulu buah-buahan menumpuk di pasar induk, sekarang stoknya sudah tidak semelimpah dulu."
Artikel Terkait
Trump Tegaskan Ambisi Greenland: Dengan Cara Mudah, Atau Sulit
Guterres Murka, Rusia Hantam Infrastruktur Vital Ukraina di Tengah Beku
Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Pandeglang Dini Hari
Ribuan Warga Padati Kemayoran, Gubernur Soroti Peran Keluarga dalam Perayaan Natal Bersama