"Saat ini pergantiannya sudah mulai dilakukan bertahap," tutur Nanik. Ia lalu menirukan pesan presiden, "'Wah, ya nanti kalau misalnya ini kan mau Nataru nih, mau Nataru, kemudian lebaran, ya kan. Nanti mungkin telur untuk anak-anak kita kurangi tapi diganti daging sapi, diganti telur puyuh', gitu. Intinya supaya tidak mengganggu stok dan kebutuhan masyarakat yang mau merayakan."
Meski begitu, kondisi di lapangan saat ini masih relatif stabil. Kenaikan harga telur disebutnya belum signifikan, meski tanda-tanda kenaikan sudah mulai terlihat.
"Ya sekarang masih, masih kecil, ya, tapi kan tanda-tanda itu mulai ada," katanya memberikan contoh. "Misalnya di daerah-daerah dimana distribusi SPPG-nya sudah penuh, di situlah harga telur mulai merangkak naik. Yang juga perlu diwaspadai adalah harga buah. Dulu buah-buahan menumpuk di pasar induk, sekarang stoknya sudah tidak semelimpah dulu."
Artikel Terkait
Kejati Riau Geledah Kantor KSOP dan Pelindo Dumai Terkait Dugaan Tindak Pidana Kepelabuhanan
Trump Klaim Presiden Xi Jinping Setop Pengiriman Senjata ke Iran
TNI AU Gelar Bazar Murah di Makassar untuk Rayakan HUT ke-80
Kru Ambulans Dikerjai, Panggilan Darurat Dijadikan Modus Penagihan Utang