Prabowo Ubah Menu Makanan Gratis untuk Cegah Telur Melambung Saat Nataru

- Jumat, 21 November 2025 | 11:10 WIB
Prabowo Ubah Menu Makanan Gratis untuk Cegah Telur Melambung Saat Nataru

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengeluarkan instruksi penting. Titik beratnya adalah mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok yang kerap terjadi jelang Natal dan Tahun Baru. Menurut Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, salah satu langkah konkretnya adalah menyesuaikan menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Program MBG ini skalanya sangat besar, jadi butuh bahan baku yang tidak sedikit," ujar Nanik kepada wartawan, Jumat (21/11/2025).

Dia melanjutkan, "Kami tidak ingin nanti program ini justru memicu kenaikan harga di pasar. Kalau sampai terjadi inflasi, masyarakat umumlah yang akhirnya dirugikan. Makanya kami lakukan koordinasi, dan Pak Presiden sudah memberikan arahan."

Rupanya, kekhawatiran ini juga berkaitan dengan tradisi masyarakat saat hari raya. Menjelang Natal, permintaan telur untuk bahan pembuat kue biasanya melonjak drastis. Nah, untuk mengatasi hal ini, Prabowo punya solusi praktis: mengganti menu telur ayam di MBG dengan alternatif lain seperti telur puyuh atau daging.

"Saat ini pergantiannya sudah mulai dilakukan bertahap," tutur Nanik. Ia lalu menirukan pesan presiden, "'Wah, ya nanti kalau misalnya ini kan mau Nataru nih, mau Nataru, kemudian lebaran, ya kan. Nanti mungkin telur untuk anak-anak kita kurangi tapi diganti daging sapi, diganti telur puyuh', gitu. Intinya supaya tidak mengganggu stok dan kebutuhan masyarakat yang mau merayakan."

Meski begitu, kondisi di lapangan saat ini masih relatif stabil. Kenaikan harga telur disebutnya belum signifikan, meski tanda-tanda kenaikan sudah mulai terlihat.

"Ya sekarang masih, masih kecil, ya, tapi kan tanda-tanda itu mulai ada," katanya memberikan contoh. "Misalnya di daerah-daerah dimana distribusi SPPG-nya sudah penuh, di situlah harga telur mulai merangkak naik. Yang juga perlu diwaspadai adalah harga buah. Dulu buah-buahan menumpuk di pasar induk, sekarang stoknya sudah tidak semelimpah dulu."

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar