"Karya-karya di sini memunculkan optimisme bahwa kita, para pegiat budaya merupakan insan yang tangguh seperti tanah. Kita akan bangkit lagi ketika rusak, dan memulihkan diri sendiri ketika hancur," imbuh Hilmi, menggambarkan ketangguhan yang menjadi roh dari pameran ini.
Sementara dari pihak sponsor, dukungan juga datang dengan kuat. Elmeirillia Lonna, Head of Communications Management System and Partnership PT ASTRA International, menegaskan bahwa ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang mereka.
"Bersama Bentara Budaya Jakarta, pameran ini merupakan salah satu bentuk komitmen jangka panjang Astra dalam mendukung karya seni di Indonesia," ungkap Elmeirillia.
Pameran ini sendiri memamerkan karya dari 27 perupa tanah air. Beberapa nama di antaranya adalah Anjastama, Alfiah Rahdini, Asmara Wreksono, Cecil Mariani, Don Bosco, Jitet Konstanz, Lena Guslina, dan Nanang Widjaya. Juga hadir karya dari Rabiatul Asqiah, Saskia Gita Sakanti, Tamar Saraseh, hingga Walid Basalamah dan Zakka Nurul Giffani Hadi.
Acara pembukaan kemarin juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Tampak hadir Glory Oyong dari Kompas Gramedia, Haryo Damardono Pemimpin Redaksi Harian Kompas, serta Ninuk Mardiana Pambudy dan Ilham Khoiri dari Bentara Budaya. Kehadiran mereka semakin menegaskan bahwa dukungan untuk dunia seni rupa Indonesia datang dari berbagai penjuru.
Artikel Terkait
Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut, Pria di Depok Ditusuk Saat Tidur
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Tantangan Diplomasi Menanti
Muhammadiyah Bantah Terkait Laporan Polisi terhadap Pandji Pragiwaksono
KPK Tancapkan Taji, Mantan Menag Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji