"Jadi, kami harus segera duduk bersama, lihat apa ini bisa diterapkan dan apa implikasinya," tambahnya.
Di sisi lain, Afrika Selatan justru menyambut baik perubahan sikap Amerika ini. Ramaphosa menyebutnya sebagai "tanda positif". Bagaimanapun, AS tetap menjadi ekonomi terbesar di dunia. "Mereka harus hadir di sini," tegasnya. "Kami senang ada perubahan pendekatan, meski detailnya masih kami bahas."
Perlu diingat, hubungan kedua negara belakangan memang tidak begitu mulus. Presiden AS Donald Trump, sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari lalu, beberapa kali menyoroti Afrika Selatan dengan nada keras. Salah satunya adalah klaimnya yang sudah dibantah banyak pihak bahwa warga Afrikaner kulit putih di sana mengalami pembunuhan sistematis. Isu itu sempat memanas dan menambah ketegangan di antara kedua pemerintah.
Artikel Terkait
KPK Periksa Tujuh ASN Pekalongan Terkait Dugaan Intervensi Bupati Nonaktif
KPK Tangkap 16 Orang dalam OTT, Termasuk Bupati Tulungagung
Menteri PU Akan Temui Kejati DKI Bahas Penggeledahan Kantor Terkait Kasus Korupsi
Kemenkeu Pertimbangkan Tukar Guling Geo Dipa dengan PNM