"Jadi, kami harus segera duduk bersama, lihat apa ini bisa diterapkan dan apa implikasinya," tambahnya.
Di sisi lain, Afrika Selatan justru menyambut baik perubahan sikap Amerika ini. Ramaphosa menyebutnya sebagai "tanda positif". Bagaimanapun, AS tetap menjadi ekonomi terbesar di dunia. "Mereka harus hadir di sini," tegasnya. "Kami senang ada perubahan pendekatan, meski detailnya masih kami bahas."
Perlu diingat, hubungan kedua negara belakangan memang tidak begitu mulus. Presiden AS Donald Trump, sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari lalu, beberapa kali menyoroti Afrika Selatan dengan nada keras. Salah satunya adalah klaimnya yang sudah dibantah banyak pihak bahwa warga Afrikaner kulit putih di sana mengalami pembunuhan sistematis. Isu itu sempat memanas dan menambah ketegangan di antara kedua pemerintah.
Artikel Terkait
Korlantas Polri Gunakan Drone ETLE untuk Pantau Arus Lalu Lintas di Exit Tol Cibiru-Cileunyi
Polda Metro Jaya Bantah Pelaku Penganiayaan di SPBU Cipinang Anggota Polisi
Kemensos-Kemenkop Dorong 18 Juta Penerima Bansos Masuk Koperasi Desa
Ukraina Serang Stasiun Minyak Rusia di Tatarstan, Picu Ketegangan dengan Hongaria dan Slovakia