Jembatan Gladak Perak masih terlihat suram pagi itu. Material debu vulkanik tebal menyelimuti hampir seluruh permukaannya, sisa-sisa amukan Gunung Semeru yang meluncurkan awan panas guguran. Untuk mengatasi ini, sebanyak 240 personel kepolisian dikerahkan. Mereka turun langsung membersihkan puing dan debu yang memblokir akses.
Namun begitu, upaya pembersihan besar-besaran ini belum sepenuhnya membuat jembatan pulih. Sampai saat ini, hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas dengan sangat hati-hati. Menurut sejumlah saksi, permukaan jembatan masih licin, terutama karena debu vulkanik basah tersiram hujan.
Di sisi lain, pantauan di lokasi menunjukkan warga berduyun-duyun datang ke Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro. Mereka penasaran, ingin melihat sendiri kondisi jembatan yang sempat jadi tumpuan lalu lintas itu. Tapi suasana waspada tetap terasa. Petugas Polsek Candipuro berjaga ketat, melaporkan perkembangan terbaru pasca-jembatan ini diterjang material panas.
Pembersihan dilakukan secara manual, bahkan water cannon pun dipakai. Tujuannya satu: mengembalikan kondisi jembatan secepat mungkin. Tapi rupanya, risiko masih mengintai.
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregari menegaskan, pihaknya terus memantau situasi. “Kita stan by-kan petugas di lokasi jembatan untuk berjaga-jaga,” ujarnya. Kendaraan masih dilarang melintas. Alasannya jelas: debu vulkanik yang tebal dan licin, sementara dari bawah jembatan, ancaman awan panas guguran masih ada. Masih panas, masih berbahaya.
Jadi untuk sementara, aktivitas di sekitar Gladak Perak dibatasi. Keselamatan jadi yang utama.
Artikel Terkait
Imlek Festival 2577 Digelar di Jakarta, Padukan Kemeriahan dengan Nuansa Ramadan
Chelsea Kecam Ujaran Rasial terhadap Wesley Fofana Usai Kartu Merah
Banjir Rendam Tujuh Desa di Pasuruan, Ratusan KK Terdampak
Mendilibar Akui Misi Olympiacos di BayArena Hampir Mustahil