Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan, Akses Malang-Lumajang Ditutup Pasca Erupsi Semeru

- Rabu, 19 November 2025 | 21:40 WIB
Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan, Akses Malang-Lumajang Ditutup Pasca Erupsi Semeru
Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan Menyusul Erupsi Gunung Semeru

Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan Menyusul Erupsi Gunung Semeru

Akses jalan penghubung antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang ditutup sementara menyusul aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang meningkat signifikan hari ini.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Malang, AKBP Muhammad Alif Chelvin Arliska, mengonfirmasi bahwa penyekatan telah dilakukan di kedua akses menuju wilayah terdampak. Langkah ini diambil sebagai antisipasi dampak erupsi terhadap keselamatan pengendara.

"Untuk dari arah Lumajang sudah ditutup sementara dari polsek setempat dan dari sisi Kabupaten Malang sudah kami informasikan untuk mengikuti ditutup sementara sampai kondisi aman," tegas Chelvin.

Dia menambahkan bahwa penutupan jalur Ampelgading bersifat situasional dan akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi Gunung Semeru. Pengendara dari Malang yang hendak menuju Lumajang diarahkan melalui rute alternatif Malang-Pasuruan-Probolinggo.

UPDATE KESIAPSIAGAAN: Personel lalu lintas Polres Malang telah disiagakan di titik-titik strategis untuk melakukan penyekatan dan memberikan informasi kepada pengguna jalan.

AKP Bambang Subinanjar, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Malang, menekankan bahwa kebijakan ini diambil semata-mata untuk menjamin keselamatan masyarakat di tengah kondisi vulkanik yang masih fluktuatif.

"Situasi vulkanik masih fluktuatif sehingga jalur langsung ke Lumajang tidak aman dilalui. Kami meminta masyarakat memahami dan mengikuti arahan petugas," jelas Bambang.

Gunung Semeru tercatat meluncurkan awan panas guguran sejauh 5,5 kilometer dari kawah menuju Besuk Kobokan. Kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut hingga utara.

Berdasarkan data seismograf Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi lebih dari 16 menit. Status gunung telah dinaikkan ke level awas dan seluruh jalur pendakian ditutup sementara hingga kondisi dinyatakan aman.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar