Ketegangan China vs Jepang Memanas: Larangan Perjalanan hingga Ancaman Militer Terkait Taiwan

- Senin, 17 November 2025 | 07:10 WIB
Ketegangan China vs Jepang Memanas: Larangan Perjalanan hingga Ancaman Militer Terkait Taiwan

Ketegangan China dan Jepang Memanas Terkait Isu Taiwan

Hubungan diplomatik antara China dan Jepang kembali mengalami ketegangan serius. Pemicu utama kondisi ini adalah pernyataan kontroversial Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai situasi Taiwan yang mendapat respons keras dari pemerintah China.

Larangan Perjalanan China ke Jepang

Pemerintah China secara resmi telah mengeluarkan peringatan perjalanan untuk warganya yang berencana mengunjungi Jepang. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes terhadap pernyataan PM Takaichi yang menyebutkan kemungkinan keterlibatan militer Jepang jika terjadi konflik antara China dan Taiwan.

Pernyataan Provokatif dan Dampaknya

Komentar yang disampaikan pada awal November 2025 tersebut ditafsirkan secara luas sebagai indikasi bahwa Jepang mungkin akan mengambil tindakan militer jika China melancarkan serangan terhadap Taiwan. Jarak geografis yang hanya sekitar 100 kilometer antara Taiwan dan pulau terdekat Jepang semakin memperumit situasi ini.

Eskalasi Diplomatik Antara Kedua Negara

Ketegangan semakin memuncak ketika Beijing memanggil Duta Besar Jepang untuk dimintai penjelasan resmi. Sebaliknya, Tokyo juga melakukan langkah serupa dengan memanggil Duta Besar China menyusul unggahan online yang dianggap tidak pantas dan telah dihapus.

Peringatan Keselamatan untuk Warga China

Melalui akun WeChat resminya, Kedutaan Besar China di Jepang menyatakan bahwa pernyataan provokatif dari pemimpin Jepang telah menciptakan risiko signifikan terhadap keselamatan warga negara China di Jepang. Peringatan resmi ini menekankan pentingnya menghindari perjalanan ke Jepang dalam waktu dekat.

Posisi China Mengenai Status Taiwan

Beijing konsisten menegaskan bahwa Taiwan merupakan bagian integral dari wilayah kedaulatan China. Pemerintah China juga tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk menyatukan kembali Taiwan, yang pernah diduduki Jepang selama beberapa dekade hingga tahun 1945.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar