Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Dinas Pertamanan Jakarta juga melakukan program peremajaan pohon. Menyusul insiden tumbangnya pohon palem di kawasan Pondok Indah, pihaknya akan mengganti pohon palem raja dengan pohon tabebuya yang dianggap lebih aman dan indah.
Langkah konkret lainnya adalah program pemasangan penyangga. Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI berencana memasang penyangga pada sekitar 5.000 pohon yang dinilai berisiko tinggi untuk tumbang. Pemasangan akan diprioritaskan pada pohon yang berada di dekat jalan raya dan area dengan aktivitas masyarakat yang padat.
Pemetaan Intensif dan Target Penyelesaian
Untuk mendukung program ini, Distamhut DKI telah diminta untuk melakukan pemetaan intensif terhadap daerah-daerah rawan pohon tumbang. Pemetaan memanfaatkan data GIS dan survei lapangan, dengan fokus awal pada kawasan padat seperti Pondok Indah, Sudirman-Thamrin, serta koridor-koridor utama lainnya.
Target awal penyelesaian pemasangan penyangga dan pemangkasan adalah dalam waktu 3 hingga 6 bulan ke depan. Namun, pihak pemprov juga menyatakan komitmennya untuk mempercepat proses ini pasca insiden terbaru. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, juga dikabarkan telah berkoordinasi dengan BMKG untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem yang dapat memicu lebih banyak insiden pohon tumbang.
Artikel Terkait
Mendagri Tito Desak Aceh Percepat Data Rumah Rusak untuk Cairkan Bantuan
Prabowo Awali 2026 di Tengah Reruntuhan, Tinjau Langsung Pemulihan Korban Bencana
Bentrok Warga Ricuhkan Kolong Flyover Manggarai
Libur Sekolah Jakarta Berakhir 3 Januari, Ini Jadwal Lengkap Libur 2026