Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, memberikan dukungan penuh terhadap program pemerintah yang menargetkan pengiriman 500 ribu pekerja Indonesia ke luar negeri pada tahun 2026. Menurutnya, pekerja yang akan dikirim merupakan tenaga kerja terampil dengan kompetensi yang memadai.
"Saya sangat mengapresiasi rencana strategis pemerintah ini. Pekerja yang akan dikirim harus memiliki kompetensi khusus dan bersifat formal. Persiapan matang mutlak diperlukan, termasuk pelatihan bahasa asing dan pendidikan vokasi bagi calon pekerja," jelas Yahya Zaini dalam keterangan pers pada Sabtu (15/11/2025).
Ia menekankan pentingnya jaminan perlindungan hak bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Hak-hak dasar seperti sistem pengupahan, jaminan kesehatan, dan perlindungan ketenagakerjaan harus dipenuhi secara menyeluruh.
"Perlindungan harus mencakup jaminan kecelakaan kerja hingga jaminan kematian. Pasca penempatan, perlu ada program pembinaan berkelanjutan untuk mengembangkan kemandirian berwirausaha. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci sukses program ini," tegas politisi Golkar tersebut.
Minat generasi muda terhadap pekerjaan luar negeri terus meningkat, terutama karena potensi pendapatan yang mencapai puluhan juta rupiah per bulan. Yahya menyarankan agar mekanisme pengiriman dilakukan melalui skema government to government (G to G) untuk memastikan perlindungan optimal.
"Pengalaman sukses pengiriman tenaga kerja ke Korea Selatan dan Jepang dengan sistem G to G patut menjadi acuan. Selama ini tidak pernah terjadi masalah dalam skema kerjasama pemerintah tersebut," ungkapnya.
Rencana pengiriman 500 ribu PMI akan mencakup berbagai sektor industri. Kebutuhan terbesar datang dari bidang perhotelan (hospitality) dan keahlian khusus seperti pengelasan (welder).
"Permintaan tenaga kerja dari luar negeri sangat tinggi namun belum seluruhnya dapat terpenuhi. Selain pasar tradisional seperti Korea Selatan, kini terbuka peluang ke Jerman. Informasi yang saya terima, kebutuhan terbesar untuk program ini adalah tenaga welder dan hospitality," papar Yahya.
Strategi Pemerintah dalam Program PMI 2026
Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, sebelumnya telah memaparkan detail program prioritas nasional ini. Dari total 500 ribu pekerja yang akan dikirim, sebanyak 300 ribu diantaranya merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Artikel Terkait
Komisi Informasi Perintahkan BKN Buka Hasil TWK 57 Eks-Pegawai KPK
Kakorlantas Resmikan Gedung RTMC Jambi, Tekankan Pelayanan dan Persiapan Operasi Ketupat
Polandia Tangkap Warga Belarus Diduga Mata-Mata untuk Tiga Negara
Tottenham Tersungkur 1-4 dari Arsenal, Pelatih Akui Jarak Kualitas Kedua Tim