"Pengalaman sukses pengiriman tenaga kerja ke Korea Selatan dan Jepang dengan sistem G to G patut menjadi acuan. Selama ini tidak pernah terjadi masalah dalam skema kerjasama pemerintah tersebut," ungkapnya.
Rencana pengiriman 500 ribu PMI akan mencakup berbagai sektor industri. Kebutuhan terbesar datang dari bidang perhotelan (hospitality) dan keahlian khusus seperti pengelasan (welder).
"Permintaan tenaga kerja dari luar negeri sangat tinggi namun belum seluruhnya dapat terpenuhi. Selain pasar tradisional seperti Korea Selatan, kini terbuka peluang ke Jerman. Informasi yang saya terima, kebutuhan terbesar untuk program ini adalah tenaga welder dan hospitality," papar Yahya.
Strategi Pemerintah dalam Program PMI 2026
Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, sebelumnya telah memaparkan detail program prioritas nasional ini. Dari total 500 ribu pekerja yang akan dikirim, sebanyak 300 ribu diantaranya merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Artikel Terkait
Presiden Somalia Tuding Israel Rancang Kotak Kejahatan di Tanduk Afrika
Sopir JakLingko Dipecat Usai Hina Penumpang dengan Ucapan Monyet
Calo Tiket Planetarium Jakarta Diklaim Tak Mungkin, Jakpro Buka Suara
Di Balik Auman Harimau Ragunan, Ada Candaan dan Perhatian Seorang Zookeeper