Komisi Percepatan Reformasi Polri: Langkah Strategis untuk Tingkatkan Kepercayaan Publik
Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, menilai tinggi pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, inisiatif ini merupakan sebuah keputusan yang sangat berharga dan momentum langka yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh elemen bangsa.
"Kesempatan emas ini jarang terulang. Oleh karena itu, kami membuka diri seluas-luasnya kepada seluruh stakeholder dan masyarakat untuk turut berkontribusi positif dalam mewujudkan tujuan reformasi Polri," tegas Otto Hasibuan seusai audiensi dengan tokoh Gerakan Nurani Bangsa di Komplek PTIK, Jakarta Selatan.
Otto menjelaskan bahwa komisi telah melakukan identifikasi masalah berdasarkan aspirasi masyarakat. Namun, yang lebih penting lagi, komisi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan usulan solusi konkret bagi perbaikan institusi Polri.
"Misalnya, jika ada keluhan mengenai proses kenaikan pangkat di Polri yang dinilai sulit, kami harap itu diiringi dengan solusi. Kami ingin mengetahui perspektif masyarakat dalam menyelesaikan suatu masalah," ujarnya.
Seluruh masukan dari masyarakat, baik berupa masalah maupun solusi, akan dikumpulkan, diverifikasi, dan dirumuskan oleh komisi menjadi rekomendasi strategis yang akan diserahkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah mencari penyelesaian, bukan hanya berhenti pada identifikasi masalah.
Otto mengakui bahwa meskipun Polri telah menunjukkan berbagai capaian kerja, masih terdapat tantangan terkait kepercayaan publik. Komisi bertugas untuk menemukan titik simpul atau akar masalah yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap rasa keadilan dan kinerja Polri.
"Kami akan mengidentifikasi titik kritis mana yang paling berdampak pada kepercayaan publik dan rasa keadilan di masyarakat," lanjut Otto.
Dia menegaskan bahwa seluruh proses kerja komisi akan transparan dan terbuka untuk publik. Otto juga mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat agar komisi dapat menjalankan tugasnya dengan efektif.
"Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan kontribusi pemikiran kepada komisi. Mari bersama-sama kita wujudkan bangsa yang lebih baik," pungkas Otto Hasibuan.
Artikel Terkait
JICT Salurkan 44 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok
DPR Soroti Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Konferensi Internasional Denmark, Kemendiktisaintek Lakukan Pendalaman
Bobby/Melati Tumbang di Singapore Open 2026 Usai Dua Kesalahan Krusial di Momen Kritis
Fadli Zon: Iduladha Momen Perkuat Solidaritas Sosial dan Kepedulian Sesama