KH Chaerul Saleh Serukan 3 Cara Bela Palestina: Doa, Donasi, Boikot

- Rabu, 12 November 2025 | 06:25 WIB
KH Chaerul Saleh Serukan 3 Cara Bela Palestina: Doa, Donasi, Boikot
Seruan Kiai Chaerul Saleh: Terus Bela Palestina dengan Doa, Donasi, dan Boikot

Pimpinan Majelis Al Ihya Bogor Serukan Umat Islam Terus Bela Palestina

Bogor - KH Chaerul Saleh, pimpinan Majelis Al Ihya Bogor, kembali menegaskan komitmen umat Islam untuk tidak pernah berhenti memberikan pembelaan terhadap rakyat Palestina. Menurutnya, perlawanan harus terus berlanjut meskipun terdapat pemberitaan mengenai gencatan senjata.

Hal ini disampaikannya dalam sebuah kajian Ahad pagi yang diselenggarakan di Majelis Al Ihya, Kota Bogor. Kiai Chaerul Saleh dengan tegas menyatakan bahwa aksi kejahatan yang dilakukan oleh pihak Zionis Israel masih terus berjalan tanpa henti.

Beliau menjelaskan bahwa terdapat tiga bentuk upaya pembelaan yang dapat dan harus terus dilakukan oleh setiap muslim. Bentuk-bentuk dukungan ini adalah melalui kekuatan doa, pemberian donasi, serta gerakan memboikot produk-produk yang diketahui mendukung Israel.

"Umat tidak boleh lengah. Doa untuk kemenangan Palestina harus terus dipanjatkan. Gerakan boikot terhadap produk pendukung penjajah juga harus konsisten dilakukan. Bagi yang memiliki rezeki lebih, donasi bantuan kemanusiaan untuk Palestina harus terus mengalir," pesan Kiai yang akrab disapa Babah Cherul tersebut.

Kiai Chaerul berharap bahwa dengan konsistensi dalam gerakan pembelaan ini, Allah SWT mencatat setiap muslim sebagai bagian dari orang-orang yang peduli terhadap perjuangan agama dan nasib umat Islam di seluruh dunia, khususnya di Palestina.

Berdasarkan laporan yang beredar, situasi di Jalur Gaza masih sangat memprihatinkan. Meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata, serangan terhadap warga sipil Palestina dilaporkan masih terus terjadi. Pihak berwenang setempat menegaskan bahwa Israel melakukan berbagai pelanggaran secara sistematis.

Data yang dihimpun menyebutkan ratusan kali pelanggaran telah dilakukan, yang mengakibatkan ratusan warga Palestina gugur dan ribuan lainnya menderita luka-luka. Kondisi ini memperkuat seruan untuk tidak mengendurkan dukungan dan tekanan terhadap okupasi Israel.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar