Ledakan Ganda di SMAN 72 Jakarta: Dua Titik Ledakan dan Modus Bom Paku Terungkap
Polisi mengungkap fakta terbaru mengenai insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta. Kejadian ini tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan dua lokasi berbeda, yaitu di taman baca dekat bank sampah dan di dalam area masjid sekolah.
Bukti Ledakan Ganda di Dalam Masjid
Kombes Pol Henik Maryanto, Dansatbrimob Polda Metro Jaya, memaparkan bukti kuat adanya dua ledakan terpisah di dalam masjid. Bukti ini berupa dua buah kawah atau krater ledakan yang ditemukan di TKP. Penemuan dua kawah ini mengindikasikan dengan kuat bahwa dua perangkat bom diledakkan secara bersamaan di dalam ruangan masjid tersebut.
Barang Bukti dan Cara Kerja Bom
Tim penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting di lokasi kejadian. Barang bukti tersebut meliputi empat buah baterai berdaya 6 volt dan serpihan-serpihan paku yang berserakan. Paku inilah yang diduga kuat berfungsi sebagai proyektil atau peluru pecah bom yang menyebabkan luka-luka pada korban.
Berdasarkan analisis sementara, bom tersebut diduga dikendalikan dari jarak jauh menggunakan sistem remote control. Sistem penerima atau receiver pada bom diaktifkan oleh sinyal dari remote. Namun, perangkat remote tersebut belum ditemukan oleh polisi di dalam masjid. Bom dideskripsikan menggunakan wadah jeriken plastik berkapasitas satu liter dan dilengkapi dengan paku sebagai material peledak tambahan.
Dampak Ledakan terhadap Korban
Ledakan bom yang dilengkapi dengan proyektil paku ini mengakibatkan dampak yang sangat serius. Banyak korban yang berada di dalam masjid mengalami luka-luka akibat hantaman serpihan paku. Selain itu, dampak ledakan yang keras juga menyebabkan sejumlah korban mengalami gangguan pada gendang telinga dan pendengaran mereka.
Jumlah Korban dan Proses Evakuasi
Total korban yang tercatat dari insiden ledakan ini mencapai 96 orang. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di empat rumah sakit yang berbeda. Rumah sakit yang menangani korban antara lain RSI Cempaka Putih, RS Polri Kramat Jati, RS Yarsi, dan RS Pertamina Jaya.
Artikel Terkait
IHSG Terkoreksi, Analis Masih Lihat Peluang Rally ke Level 8.440
DJP Resmi Ingatkan Publik Waspadai Gelombang Penipuan Berkedok Institusi Pajak
HIPMI Soroti Penyusutan Kelas Menengah Pengusaha di Sidang Pleno Makassar
Tembok Mewah Ambruk di Kalibata, Halaman SMPN 182 Rusak Parah