DPR Bahas Cuaca Ekstrem dan Usul Tambah Anggaran BMKG-Basarnas

- Selasa, 11 November 2025 | 14:36 WIB
DPR Bahas Cuaca Ekstrem dan Usul Tambah Anggaran BMKG-Basarnas

Komisi V DPR Bahas Cuaca Ekstrem dan Anggaran BMKG-Basarnas

Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyelenggarakan rapat kerja bersama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan pada Selasa (11/11). Pertemuan ini menghadirkan langsung Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

Fenomena Cuaca Ekstrem dan Dampaknya di Indonesia

Ridwan Bae, Wakil Ketua Komisi V DPR, mengungkapkan bahwa intensitas curah hujan ekstrem dalam beberapa bulan terakhir telah memicu meningkatnya kejadian banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah Indonesia. Dalam rapat yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta ini, ia menekankan pentingnya penguatan sistem pemetaan dan distribusi data cuaca oleh BMKG.

"Peningkatan sistem informasi cuaca ini sangat penting untuk mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam," jelas Ridwan Bae.

Literasi Iklim dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat

Komisi V DPR juga menyoroti perlunya perluasan sekolah lapang iklim yang diselenggarakan oleh BMKG. Program ini dinilai penting untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai perubahan cuaca dan iklim. Sementara itu, Basarnas diminta untuk memperkuat pelatihan potensi SAR dengan melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Permintaan Penyebaran Informasi Cuaca dan Penambahan Anggaran

Ridwan Bae menegaskan perlunya percepatan penyebaran informasi cuaca yang akurat dan mudah diakses oleh masyarakat. Selain itu, ia juga mengusulkan penambahan anggaran untuk Basarnas pada tahun anggaran 2025.

"Peningkatan alokasi anggaran Basarnas tahun 2025 diusulkan agar sejalan dengan peningkatan kinerja, khususnya dalam hal waktu tanggap darurat serta pengembangan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia," tegasnya.

Laporan Operasi SAR Basarnas Hingga November 2025

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, melaporkan bahwa hingga November 2025, pihaknya telah melaksanakan 2.292 operasi SAR di seluruh Indonesia. Rincian operasi tersebut meliputi:

  • 3 operasi SAR kecelakaan pesawat udara
  • 753 operasi SAR kecelakaan kapal
  • 129 operasi penanganan bencana
  • 1.339 operasi kondisi membahayakan manusia
  • 68 operasi SAR penanganan khusus

Total korban yang berhasil diselamatkan mencapai 7.772 jiwa, sementara yang meninggal dunia sebanyak 1.682 orang, dan dinyatakan hilang sebanyak 476 orang.

Operasi SAR Penting dan Latihan Kesiapsiagaan

Beberapa operasi besar yang menjadi perhatian Basarnas meliputi pencarian pesawat latih di Bogor, helikopter AS350 di Ilaga Papua, dan helikopter BK117 di Pegunungan Meratus, Banjarmasin. Operasi terhadap kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali serta Yacht Arka Kinari di perairan Nusakambangan juga termasuk dalam daftar operasi penting tahun ini.

Basarnas juga telah melaksanakan berbagai latihan kesiapsiagaan, termasuk tiga kali latihan komunikasi SAR dengan Inggris, Norwegia, dan India, serta latihan bersama Australia, Singapura, Malaysia, dan Norwegia.

Tantangan dan Kendala yang Dihadapi Basarnas

Syafii mengakui masih ada beberapa kegiatan pembinaan tenaga SAR yang belum dapat dilaksanakan, seperti sertifikasi ARO, training kru helikopter, dan pembinaan tenaga pencari dan pertolongan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja, menurunkan kinerja instansi, dan mengurangi standar profesionalisme di lingkungan Basarnas.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar