Dampak positif dari gerakan wakaf pohon ini pun sangat nyata. Program ini memberikan kontribusi besar bagi restorasi ekosistem dan penghijauan, terutama di kawasan padat penduduk. Selain itu, terjadi peningkatan keanekaragaman hayati.
Yang tak kalah penting, gerakan ini berperan dalam upaya penurunan emisi karbon. Diperkirakan, program wakaf pohon bagi pengantin ini mampu menurunkan emisi karbon sebesar 2.000 hingga 8.800 ton CO2 per tahun.
"Ini sekaligus meningkatkan kesadaran ekoteologis, yaitu kesadaran menjaga lingkungan berdasarkan nilai-nilai agama, di kalangan generasi muda Muslim," pungkas Nasaruddin.
Gerakan Wakaf Pohon bagi calon pengantin dari Kemenag ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai spiritual dapat berjalan beriringan dengan aksi nyata pelestarian lingkungan untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Tim SAR Kerahkan Drone Thermal Cari Remaja 14 Tahun yang Hilang di Hutan Mamuju
Arsenal Tersungkur di Kandang Sendiri, Bournemouth Menang 2-1
Ayah di Cianjur Ditahan Diduga Cabuli Anak Kandung Usia 10 Tahun
Presiden Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI di Munas ke-16