Dampak positif dari gerakan wakaf pohon ini pun sangat nyata. Program ini memberikan kontribusi besar bagi restorasi ekosistem dan penghijauan, terutama di kawasan padat penduduk. Selain itu, terjadi peningkatan keanekaragaman hayati.
Yang tak kalah penting, gerakan ini berperan dalam upaya penurunan emisi karbon. Diperkirakan, program wakaf pohon bagi pengantin ini mampu menurunkan emisi karbon sebesar 2.000 hingga 8.800 ton CO2 per tahun.
"Ini sekaligus meningkatkan kesadaran ekoteologis, yaitu kesadaran menjaga lingkungan berdasarkan nilai-nilai agama, di kalangan generasi muda Muslim," pungkas Nasaruddin.
Gerakan Wakaf Pohon bagi calon pengantin dari Kemenag ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai spiritual dapat berjalan beriringan dengan aksi nyata pelestarian lingkungan untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Inter Milan Tersingkir dari Liga Champions Usai Ditaklukkan Bodo/Glimt di San Siro
Persebaya Vs PSM Makassar: Duel Sengit Dua Raksasa di Markas Bajul Ijo
Sorloth Cetak Hattrick, Atletico Madrid Gasak Club Brugge 4-1
Jadwal Imsak Kota Medan 25 Februari 2026 Pukul 05.12 WIB