Pemerintah Jepang pun mengambil sikap dengan mengutuk keras pernyataan Konsul Jenderal Xue. Minoru Kihara, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, menegaskan bahwa pernyataan tersebut sangat tidak pantas dan tidak dapat diterima. Pemerintah Jepang telah menyampaikan protes resmi kepada pemerintah China mengenai insiden ini.
Kihara juga menambahkan bahwa diplomat tersebut memiliki riwayat pernyataan-pernyataan yang dianggap menghasut di masa lalu. Jepang mendesak pemerintah China untuk mengambil tindakan disipliner yang tegas terhadap diplomatnya.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri China membela tindakan Konsul Jenderal Xue. Melalui juru bicaranya, Li Jian, pemerintah China menyatakan bahwa komentar Xue merupakan respons terhadap pernyataan Perdana Menteri Takaichi yang dinilai salah dan berbahaya.
Li menegaskan bahwa Takaichi telah salah menafsirkan posisi China mengenai Taiwan. Pemerintah China konsisten dengan klaimnya bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayah kedaulatan China yang tidak dapat dipisahkan.
Pemerintah China melalui juru bicaranya juga meminta Jepang untuk menghormati kedaulatan China dan tidak mencampuri urusan internal yang berkaitan dengan Taiwan. China menegaskan kembali bahwa masalah Taiwan adalah urusan domestik China.
Artikel Terkait
Gudeg Rp 85 Ribu di Malioboro Bikin Netizen Heboh, Begini Tanggapan Pejabat
Setengah Juta Orang Serbu Jogja di Malam Tahun Baru, Sampah Justru Turun
Longsor Mengganas: Bencana Paling Mematikan Sepanjang 2025
Ribuan Pengunjung Ragunan Terjebak Macet Usai Serbu Hari Pertama 2026