Ledakan SMAN 72 Jakarta: Bahan Peledak Dibawa dalam Tas Menurut Humas Polda Metro Jaya
Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengungkapkan fakta terbaru mengenai kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta. Berdasarkan hasil penyelidikan, bahan peledak yang digunakan terduga pelaku dibawa ke lokasi kejadian menggunakan tas.
Budi Hermanto menjelaskan bahwa temuan ini didapat setelah tim penyidik menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut menunjukkan terduga pelaku datang sambil membawa tas sekolah yang dijinjingnya, dan semua barang terkait kejadian ditempatkan di dalam tas tersebut.
Tim Densus 88 Anti Teror menemukan total tujuh bahan peledak di lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, hanya empat bahan peledak yang berhasil meledak pada peristiwa Jumat siang itu. Polisi menduga ada masalah teknis yang menyebabkan tiga bahan peledak lainnya tidak ikut meledak.
Budi Hermanto menyampaikan kemungkinan adanya sumbu yang tidak terpicu sebagai penyebab beberapa bahan peledak tidak meledak. Ia menekankan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap motif dan jaringan di balik kejadian ini.
Saat ini, terduga pelaku masih menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Polri berjanji akan memberikan penjelasan lengkap mengenai perkembangan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta melalui konferensi pers tim gabungan yang akan datang.
Artikel Terkait
Pemerintah Respons Anjloknya Harga TBS Sawit, Buka Masa Transisi Kebijakan Ekspor Satu Pintu hingga Agustus 2026
KPK Periksa Enam Saksi Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokmas Jatim yang Seret Wakil Ketua DPRD
Como 1907 Cetak Sejarah, Lolos ke Liga Champions untuk Pertama Kalinya dalam 119 Tahun
Pengacara Tom Lembong dan Nadiem Makarim Kritik Penegakan Hukum yang Dianggap Serampangan dan Ancam Masa Depan Negara Hukum