10 Pahlawan Nasional Baru 2025: Daftar Lengkap & Profil Jasanya

- Senin, 10 November 2025 | 12:20 WIB
10 Pahlawan Nasional Baru 2025: Daftar Lengkap & Profil Jasanya

Daftar Lengkap 10 Pahlawan Nasional yang Baru Ditetapkan

Pada peringatan Hari Pahlawan 10 November, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh. Pengumuman penting ini menyoroti kontribusi para tokoh dari berbagai bidang, mulai dari kepemimpinan nasional, diplomasi, hingga perjuangan hak buruh.

Berikut adalah daftar sepuluh Pahlawan Nasional terbaru beserta profil singkat perjalanan hidup dan jasanya bagi bangsa Indonesia.

1. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari Jawa Timur

Dr.(H.C.) K. H. Abdurrahman Wahid, yang akrab disapa Gus Dur, lahir di Jombang pada 7 September 1940. Beliau menjabat sebagai Presiden Indonesia keempat dari 1999 hingga 2001. Sebagai mantan Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa, Gus Dur dikenal sebagai pejuang demokrasi dan pluralisme. Pemikiran dan kebijakannya banyak diwarnai semangat untuk membela kaum minoritas dan memajukan toleransi antarumat beragama.

2. Jenderal Besar TNI Soeharto dari Yogyakarta

Jenderal Besar TNI (Purn) Soeharto, Presiden kedua Republik Indonesia, lahir di Kemusuk, Bantul, pada 8 Juni 1921. Karier militernya yang gemilang termasuk memimpin pasukan merebut kembali Yogyakarta dari Belanda pada 1949 dan menjadi Panglima Mandala untuk pembebasan Irian Barat. Ia memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade dengan periode yang dikenal sebagai Orde Baru sebelum wafat pada 27 Januari 2006.

3. Marsinah dari Jawa Timur

Marsinah, seorang aktivis buruh, lahir di Nganjuk pada 10 April 1969. Ia bekerja di PT CPS di Sidoarjo dan aktif memperjuangkan hak-hak buruh melalui Serikat Pekerja Seluruh Indonesia. Tragedi meninggalnya yang tragis pada Mei 1993 setelah mengikuti unjuk rasa menjadi simbol perjuangan dan perlawanan terhadap ketidakadilan, menginspirasi banyak kalangan untuk terus memperjuangkan hak-hak pekerja.

4. Mochtar Kusumaatmadja dari Jawa Barat

Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M., lahir di Jakarta pada 17 Februari 1929. Sebagai ahli hukum internasional, ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia dari 1978 hingga 1988. Kontribusinya yang paling menonjol adalah dalam perundingan batas wilayah darat dan laut Indonesia, termasuk Konsep Wawasan Nusantara yang mempersatukan kepulauan Indonesia.

5. Hajjah Rahmah El Yunusiyah dari Sumatera Barat

Rahmah El Yunusiyah, lahir pada 1900, adalah seorang pelopor pendidikan bagi perempuan. Ia mendirikan Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang pada 1 November 1923. Prestasinya diakui secara internasional ketika Universitas Al-Azhar di Cairo menganugerahinya gelar kehormatan "Syaikhah", menjadikannya ulama perempuan pertama yang mendapat pengakuan tersebut. Sistem pendidikannya menginspirasi berdirinya fakultas khusus perempuan di Al-Azhar.

6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dari Jawa Tengah

Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo adalah tokoh militer yang pernah menjabat sebagai Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD, kini Kopassus) dan Gubernur Akademi Militer. Ia dikenal dalam sejumlah operasi militer penting. Dalam kehidupan keluarga, ia adalah ayah dari mendiang Ibu Negara Ani Yudhoyono.

7. Sultan Muhammad Salahuddin dari Nusa Tenggara Barat

Sultan Muhammad Salahuddin (1888-1951) adalah Sultan Bima ke-XIV yang memerintah dari 1915 hingga 1951. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan gigih menentang penjajahan Belanda di wilayah Bima, menjaga kedaulatan kerajaan dan rakyatnya.

8. Syaikhona Muhammad Kholil dari Jawa Timur

Syaikhona Muhammad Kholil (1820-1925) adalah ulama kharismatik dari Bangkalan, Madura. Keilmuannya yang mendalam menjadikannya guru bagi banyak pendiri organisasi Islam besar, termasuk KH. M. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Perannya dalam mencetak kader-kader ulama memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan Islam di Indonesia.

9. Tuan Rondahaim Saragih dari Sumatera Utara

Tuan Rondahaim Saragih Garingging adalah pejuang dari Kerajaan Raya, Simalungun, yang aktif melawan kolonial Belanda antara 1880 hingga 1891. Perlawanannya yang sengit berhasil mempertahankan wilayah Simalungun dari incaran perkebunan Belanda, menunjukkan kepemimpinan dan strategi perang yang tangguh.

10. Zainal Abidin Syah dari Maluku Utara

Sultan Zainal Abidin Syah, lahir di Tidore pada 15 Agustus 1912, tercatat dalam sejarah sebagai Gubernur pertama Irian Barat (sekarang Papua dan Papua Barat) yang menjabat dari 1956 hingga 1961. Penunjukannya menegaskan integrasi wilayah Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar