- Masyarakat yang mudah dilumpuhkan dengan pemberian uang (angpao).
- Negara yang telah dikuasai oleh pemilik modal besar atau oligarki.
- Kekuatan rakyat yang terpecah belah akibat tekanan untuk mempertahankan hidup.
- Para pejabat negara yang terjebak dalam pola hidup "enjoy life" dan telah menjadi bagian dari sistem oligarki dari pusat hingga daerah.
Ia menambahkan bahwa konsolidasi kekuatan rakyat masih sangat berat. Tantangan lainnya adalah belum munculnya pemimpin pergerakan yang berani dengan tekad baja untuk membela rakyat tertindas, serta tidak adanya logistik yang memadai untuk mendukung perlawanan.
Pidato Presiden dan Dukungan pada Oligarki
Sutoyo menilai penderitaan rakyat justru diperparah oleh pidato Presiden yang dianggapnya hanya omong kosong. Terdapat sinyal kuat bahwa Presiden akan membela dan mengamankan program-program oligarki, termasuk menjadi tameng untuk kelanjutan program PIK 1 sampai 11.
Dampak Jangka Panjang Oligarki
Diungkapkannya, praktik perampasan dan pengurasan tanah rakyat, laut, serta sumber daya alam akan terus berlangsung. Jika tidak dihentikan, hal ini akan berlanjut hingga sumber kekayaan alam habis, yang pada akhirnya berpotensi mengarah pada pembubaran Indonesia.
Artikel Terkait
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Artileri di Lebanon Selatan
Analis Prediksi Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik Rp2.000 per Liter Awal April
Pemerintah Genjot Biofuel dan Bioetanol untuk Kemandirian Energi
Timnas Indonesia Hadapi Ujian Berat Lawan Bulgaria di Final FIFA Series