Konfirmasi mengenai kondisi medis korban juga disampaikan oleh Direktur Medis RS Yarsi, dr. Muhammadi. Satu pasien masih berada dalam kondisi kritis dan mendapatkan perawatan intensif akibat trauma pada sistem pencernaan.
“Saat ini satu pasien masih dalam kondisi kritis dan dirawat di ruang intensif oleh tim dokter spesialis pediatric intensive care. Pasien tersebut sebelumnya telah menjalani operasi darurat karena mengalami trauma pada saluran cerna, dan kami mempersiapkan tindak lanjut operasi kedua terkait dengan perkembangan kondisinya,” jelas dr. Muhammadi.
Secara umum, korban ledakan yang dirawat di RS Yarsi banyak mengalami trauma atau gangguan pada bagian pendengaran. Sebagian besar kondisinya telah membaik dan beberapa bahkan telah diperbolehkan pulang.
“Keempat belas pasien lainnya berada dalam kondisi stabil. Beberapa di antaranya mengalami gangguan pendengaran (hearing loss) dan sedang dalam proses anamnesis serta diagnostik lebih lanjut oleh tim dokter spesialis THT,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Prancis Tundukkan Brasil 2-1 Meski Bertahan dengan 10 Pemain
Iran Terbitkan Daftar Putih Negara yang Dijamin Aman Lewati Selat Hormuz
Dokter Tifa Bantah Keras Tuduhan Terima Dana Rp50 Miliar Terkait Isu Ijazah Jokowi
Cuaca Makassar Cerah Berawan Sepanjang Hari, Warga Diminta Tetap Waspada