Banjir Rob Kepulauan Seribu: 5 RT Terendam, BPBD Siaga 1
Jakarta, 8 November - Hujan deras yang mengguyur Jakarta bertepatan dengan fenomena pasang air laut tinggi memicu banjir rob di wilayah Kepulauan Seribu pada Sabtu siang. Kejadian banjir rob ini menyebabkan genangan di beberapa permukiman warga.
Data BPBD: 5 RT di Tiga Kelurahan Terdampak Banjir Rob
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat lima Rukun Tetangga (RT) di tiga kelurahan terendam banjir rob. Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi data terbaru genangan banjir rob di Kepulauan Seribu.
Penyebab Banjir Rob: Fase Bulan Purnama dan Perigee
Fenomena banjir rob ini dipicu oleh pasang maksimum air laut yang terjadi bersamaan dengan fase Bulan Purnama dan Perigee. Kondisi ini menyebabkan kenaikan status Pintu Air Pasar Ikan menjadi Siaga 1 atau status Bahaya.
Titik Genangan Banjir di Kepulauan Seribu
Berikut detail lokasi dan ketinggian genangan banjir rob di Kepulauan Seribu:
- Kelurahan Pulau Kelapa: 1 RT dengan genangan 20 cm
- Kelurahan Pulau Harapan: 2 RT dengan genangan 10-20 cm
- Kelurahan Pulau Untung Jawa: 2 RT dengan genangan 10 cm
Penanganan BPBD dan Upaya Penanggulangan
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan dan mengoordinasikan penanganan bersama Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat. Langkah penanganan banjir rob meliputi:
- Penyedotan genangan air
- Pemastian fungsi talud air
- Penyiapan kebutuhan dasar bagi warga terdampak
- Target penurunan genangan dalam waktu cepat
Imbauan BPBD untuk Masyarakat
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan. Masyarakat diharapkan berhati-hati dan memantau perkembangan informasi terkini mengenai kondisi banjir rob di wilayah mereka.
Artikel Terkait
Pemerintah Kembangkan Dashboard Kebijakan untuk Tingkatkan Transparansi di Era Digital
SulawesiPos Gelar Forum dengan Pembaca, Bahas Etika Pemberitaan Korban
Motor Guru Dicuri di SMP Makassar Saat Sekolah Sepi
Polisi Amankan 7 Remaja Usai Bentrok Pakai Busur Panah dan Senjata Mainan di Makassar