Whoosh Mogok Lagi di Padalarang, Bukti Proyek Kereta Cepat Sudah Busuk?

- Jumat, 07 November 2025 | 13:20 WIB
Whoosh Mogok Lagi di Padalarang, Bukti Proyek Kereta Cepat Sudah Busuk?

Gangguan Kereta Cepat Whoosh Berhenti di Padalarang, Publik Khawatir

Kereta cepat Whoosh kembali mengalami gangguan operasional. Pada Rabu, 5 November 2025, kereta cepat Jakarta-Bandung ini terpaksa berhenti mendadak di jalur layang dekat Stasiun Padalarang. Kejadian ini membuat penumpang terkaget-kaget karena mesin mati total dan lampu kabin padam tanpa penjelasan jelas dari pihak operator.

Menurut kesaksian penumpang, Dedi Kurnia, kereta semula melambat hingga 20 kilometer per jam sebelum akhirnya berhenti total. Penumpang hanya mendengar permintaan maaf melalui pengeras suara tanpa informasi detail tentang penyebab insiden. Gangguan ini berlangsung puluhan menit sebelum kereta kembali beroperasi.

Bukan Kali Pertama Whoosh Mengalami Masalah

Ini bukan pertama kalinya kereta cepat Whoosh mengalami gangguan teknis. Sebelumnya, operasional Whoosh juga pernah terganggu karena masalah layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik aliran atas (LAA). Rentetan gangguan ini memunculkan kekhawatiran publik terhadap keandalan sistem kereta cepat pertama di Indonesia tersebut.

Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan Terbukti?

Insiden terbaru ini mengingatkan kembali pada pernyataan Menteri Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut proyek kereta cepat "sudah busuk" sejak Oktober lalu. Luhut mengungkapkan berbagai masalah dalam proyek Whoosh, mulai dari pembengkakan biaya, tumpang tindih manajemen, hingga masalah utang yang belum tuntas.

Pernyataan yang semula dianggap hiperbola politik kini mulai dilihat publik sebagai peringatan dini. Terlebih PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai operator belum memberikan penjelasan resmi tentang penyebab mogoknya Whoosh di Padalarang.

Kekhawatiran Penumpang dan Masa Depan Whoosh

Penumpang seperti Dedi Kurnia mengungkapkan kekhawatiran terhadap keandalan Whoosh sebagai moda transportasi baru. Kereta yang dijanjikan dapat memangkas jarak dan waktu perjalanan justru berhenti di tengah jalur, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan infrastruktur dan maintenance kereta cepat Indonesia.

Hingga berita ini ditulis, General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa belum merespons permintaan konfirmasi mengenai insiden ini. Publik masih menunggu penjelasan resmi dari KCIC tentang penyebab gangguan dan langkah pencegahan ke depannya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar