"Tujuan utama Pak Jokowi menggunakan hak hukumnya adalah untuk membuktikan keaslian ijazah secara hukum dan memulihkan nama baik. Siapa yang menjadi tersangka bukan menjadi perhatian utama," tegasnya.
Dijelaskan lebih lanjut, dalam laporan awal tidak dicantumkan nama terlapor. Keduabelas nama yang muncul, termasuk Roy Suryo, merupakan hasil pengembangan penyelidikan oleh Polda Metro Jaya.
"Pak Jokowi hanya menyampaikan beberapa tautan media sosial yang diduga memfitnah. Nama-nama terlapor muncul dari hasil penyelidikan polisi," pungkas Rivai Kusumanegara.
Artikel Terkait
Camat Pimpin Gotong Royong Bersihkan Irigasi Palakka di Bone
FLPP Sulsel Tembus Rp229,74 Miliar, Wujudkan 1.838 Rumah Subsidi Hingga Februari 2026
Israel Bantah Keterlibatan dalam Insiden Tewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon Selatan
TNI Berikan Santunan Lebih dari Rp1,8 Miliar untuk Tiga Prajurit Gugur di Lebanon