Trump Tuduh Wali Kota New York Zohran Mamdani Komunis, Ini Faktanya!

- Kamis, 06 November 2025 | 12:00 WIB
Trump Tuduh Wali Kota New York Zohran Mamdani Komunis, Ini Faktanya!

Wali Kota Muslim New York Dituduh Komunis, Trump Panik atau Takut?

Amerika, negara yang menggembar-gemborkan freedom of speech dan democracy, kini gempar. Penyebabnya adalah Wali Kota New York yang baru, Zohran Mamdani, seorang Muslim. Donald Trump langsung bereaksi dengan kemarahan ideologis, menuduh Mamdani sebagai "komunis".

Di Amerika, tuduhan "komunis" lebih efektif dan mematikan daripada tuduhan "teroris". Trump paham betul bahwa menyerang latar belakang agama Mamdani justru berisiko memicu simpati. Sebaliknya, mencapnya sebagai komunis adalah cara ampuh untuk membangkitkan ketakutan kolektif warisan Perang Dingin yang masih membekas di benak banyak warga Amerika.

Bantahan Elegan Mamdani: Sosialis Demokrat, Bukan Komunis

Mamdani tidak membalas dengan emosi. Dengan tenang dan elegan, ia meluruskan, "Saya bukan komunis. Saya sosialis demokrat."

Meski terdengar mirip, kedua paham ini memiliki perbedaan mendasar:

  • Komunisme menolak kepemilikan pribadi dan seringkali bersifat atheis, dengan negara menguasai segalanya.
  • Sosialisme Demokrat, yang diusung Mamdani, berfokus pada empati dan peran negara dalam mengoreksi ketimpangan, sambil tetap memberi ruang bagi inisiatif dan usaha rakyat.

Visi Mamdani adalah tentang perumahan terjangkau, layanan kesehatan publik, dan upah yang layak bagi pekerja bukan tentang revolusi kelas. Namun, bagi Trump dan kaum oligarki kapitalis, segala bentuk penentangan terhadap korporasi besar langsung dicap sebagai "komunis".

Pergeseran Medan Pertempuran Ideologi di Amerika

Ini adalah wajah baru pertarungan wacana di Amerika abad ke-21. Konfliknya bukan lagi antara agama dan sekularisme, melainkan antara kapitalisme yang rakus dan sosialisme yang berperikemanusiaan.

  • Trump menyerang dari sudut pandang bisnis dan nasionalisme sempit.
  • Mamdani membela diri dengan data, visi sosial, dan empati untuk rakyat kecil.

Yang menarik, Mamdani tidak menggunakan identitas keagamaannya sebagai tameng. Ia tidak berkata, "Saya Muslim, jadi saya bukan komunis." Ia memilih untuk menjawab sebagai seorang pemimpin yang peduli, bukan sebagai seorang umat yang defensif. Ini adalah langkah cerdas yang memisahkan keyakinan pribadi dari permainan label politik.

Ironi Amerika yang Sebenarnya

Trump mungkin lupa: ancaman komunisme tidak akan datang dari seorang wali kota Muslim di New York. Bahaya nyata yang mengancam Amerika justru adalah keserakahan sistem kapitalisme yang tumbuh tanpa kendali moral.

Mamdani hanyalah sebuah cermin. Cermin yang memantulkan wajah Amerika yang tidak ingin dilihat oleh banyak orang: di tengah kemegahan gedung-gedung pencakar langit Wall Street, semakin banyak rakyat jelata yang kesulitan membayar sewa rumah mereka.

Dan seperti biasa, ketika realita terlalu pahit, yang disalahkan bukanlah sistemnya, melainkan individunya. Kali ini, namanya adalah Zohran Mamdani.

Bukan komunisme yang ditakuti Trump, melainkan kenyataan bahwa rakyat Amerika mulai jatuh cinta pada ide keadilan sosial.

Komentar