Kesadaran Risiko Masyarakat Indonesia Dinilai Masih Sangat Minim
Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO) menyoroti tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap berbagai risiko di sekitarnya dan cara menanggulanginya yang masih tergolong rendah.
Contoh Nyata Kurangnya Kesadaran Risiko Sehari-hari
Ketua MASINDO, Dimas Syailendra, memberikan beberapa contoh konkret dalam Diskusi Publik 'Sadar Risiko dalam Perspektif Inovasi dan Pembangunan'.
"Misalnya, banyak yang berkendara motor tetapi tidak memakai helm. Lalu, tidak mengenakan sabuk pengaman atau konsumsi makanan dengan kandungan GGL (Garam, Gula, Lemak) yang berlebihan," jelas Dimas.
Fenomena lain yang mengkhawatirkan adalah maraknya masyarakat yang terjebak dalam investasi bodong. Hal ini menggambarkan bahwa kesadaran akan risiko dari setiap keputusan yang diambil masih sangat lemah.
Penyebab Utama: Pola Pikir dan Kurangnya Pengetahuan
Menurut Dimas, akar permasalahannya terletak pada pola pikir "bagaimana nanti" yang pasif, serta kurangnya pengetahuan masyarakat.
"Mereka kurang pengetahuan dan cenderung hanya menganggap risiko yang mereka kenal saja sebagai sesuatu yang perlu diwaspadai," terangnya.
Oleh karena itu, perubahan pola pikir dari sikap "bagaimana nanti" menjadi "nanti bagaimana" dari pasif menjadi antisipatif merupakan langkah krusial yang harus didorong.
Pentingnya Manajemen Risiko Pembangunan Nasional dan Data yang Akurat
Dalam forum yang sama, Prakosa Grahayudiandono dari Bappenas menegaskan pentingnya penerapan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN). Pendekatan ini diharapkan membuat kebijakan pembangunan lebih adaptif.
Sementara itu, Dr. Nurma Midayanti dari BPS menekankan peran vital data statistik yang akurat untuk pemetaan risiko sosial-ekonomi. "Tanpa data yang kredibel, sulit bagi masyarakat memahami arah pembangunan," ujarnya.
Harapan untuk Masa Depan
Rachmadin Ismail dari Tirto.id berharap melalui diskusi seperti ini, kesadaran risiko masyarakat dapat meningkat, tidak hanya dalam hal mitigasi bencana tetapi di seluruh aspek kehidupan. Harapannya, kebijakan pemerintah ke depan dapat lebih mempertimbangkan aspek risiko.
Artikel Terkait
Kementan Pantau Pasokan dan Harga Daging-Telur Jelang Lebaran, Kondisi Umum Stabil
Air Terjun Kali Jodoh di Pinrang: Pesona Alam dan Mitos Pencarian Jodoh yang Ramai Dikunjungi
Tiga Buronan KKB Yahukimo Dibawa ke Jayapura untuk Proses Hukum
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India