Keruntuhan Israel: Analisis Dampak Diplomasi, Ekonomi, dan Akademik yang Mengancam Eksistensinya

- Kamis, 06 November 2025 | 07:00 WIB
Keruntuhan Israel: Analisis Dampak Diplomasi, Ekonomi, dan Akademik yang Mengancam Eksistensinya

Keruntuhan Israel: Analisis Dampak Diplomasi, Ekonomi, dan Akademik

Penulis: Ismail Amin

Eksistensi Israel saat ini menunjukkan tanda-tanda keruntuhan sistemik yang mencakup tiga pilar utama: diplomasi, ekonomi, dan dunia akademik. Perubahan tren global mengindikasikan pergeseran dukungan internasional dari Israel menuju Palestina.

Perubahan Lanskap Diplomasi Global

Dunia Barat yang sebelumnya menjadi pendukung utama Israel kini mengalami transformasi politik signifikan:

  • Munculnya pemimpin pro-Palestina di Eropa dan Amerika seperti Catherine Connolly di Irlandia dan Zohran Mamdani di New York
  • Generasi baru pemimpin Barat memandang Zionisme sebagai bentuk kolonialisme modern
  • Pengakuan kedaulatan Palestina semakin meluas di kalangan negara-negara Barat
  • Demonstrasi global terbesar dalam sejarah terjadi sebagai bentuk dukungan untuk Gaza dan penolakan terhadap kebijakan Israel

Krisis Ekonomi Internal Israel

Keruntuhan Israel tidak hanya datang dari tekanan eksternal, tetapi juga digerogoti dari dalam melalui krisis ekonomi:

  • PDB Israel mengalami kontraksi 3,5% dalam satu kuartal akibat perang dan ketidakpastian
  • Investor asing menarik modal dari pasar Israel
  • Sektor pariwisata mengalami kemunduran signifikan
  • Proyek teknologi terhenti dan dunia usaha mengalami kelumpuhan

Isolasi Akademik dan Ilmiah

Dunia akademik memberikan pukulan paling mematikan terhadap masa depan Israel:

  • Lebih dari 1000 kasus boikot ilmiah terhadap lembaga dan peneliti Israel dalam dua tahun terakhir
  • 40 universitas global memutus hubungan riset dengan institusi pendidikan Israel
  • Reputasi Israel sebagai pusat inovasi dan sains dunia berubah menjadi simbol kekerasan
  • Ilmuwan muda Israel mengalami isolasi internasional dengan penolakan dari jurnal dan konferensi global
  • Publikasi ilmiah Israel merosot 20% dalam dua tahun terakhir

Menurut analisis Haaretz, jika tren ini berlanjut, Israel tidak hanya akan terhapus dari peta riset dunia, tetapi juga dari peta nurani kemanusiaan. Kehancuran Israel dimulai ketika dunia berhenti percaya pada janji yang mereka tawarkan, menandai dimulainya fase keruntuhan moral dan intelektual.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar