Lebih lanjut, Fadli menilai peristiwa ini sangat krusial dalam sejarah diplomasi Indonesia. Saat itu, Belanda tidak mengakui kedaulatan Indonesia. Serangan Umum 1 Maret 1949 menjadi bukti nyata kepada dunia bahwa Indonesia masih berdaulat dan memiliki kekuatan militer.
“Itu, kan, menandakan Pak Harto sebagai komandan pertempuran Serangan Umum 1 Maret punya jasa di dalam kemerdekaan, perang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” jelasnya.
Jasa-Jasa Lain Soeharto yang Dipertimbangkan
Selain peristiwa 1949, Fadli Zon juga menyinggung peran Soeharto dalam berbagai operasi militer lainnya. Hal ini termasuk operasi pembebasan Irian Barat dan upaya menstabilkan keamanan dalam negeri di masa awal kemerdekaan.
“Belum lagi operasi pembebasan Irian Barat dan lain-lain. Jadi, ada, ada rinciannya. Nanti rinciannya kalau mau lebih panjang nanti saya berikan,” pungkas politikus Partai Gerindra tersebut.
Dengan berbagai pertimbangan sejarah ini, usulan pemberian gelar pahlawan nasional untuk Soeharto terus mendapatkan perhatian dan dikaji lebih mendalam.
Artikel Terkait
Pembelajaran Daring untuk Hemat Energi Dikritik, Legislator Ingatkan Risiko Learning Loss
Tabrakan Beruntun Empat Mobil Perparah Kemacetan Arus Balik di Tol Cipali
Anggota DPR: Geliat Ekonomi Mudik Lebaran Capai Ratusan Triliun Rupiah
Keluarga Kirim Sembilan Ambulans dari Karawang untuk Jemput Korban Kecelakaan Maut di Majalengka