Brantas Abipraya Garap Program Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Likupang

- Selasa, 04 November 2025 | 18:30 WIB
Brantas Abipraya Garap Program Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Likupang
Program Pengelolaan Sampah Brantas Abipraya di Likupang | Dukung Pariwisata Berkelanjutan

Brantas Abipraya Garap Program Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Likupang

PT Brantas Abipraya (Persero) secara aktif mengimplementasikan program pengelolaan sampah ramah lingkungan di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang, Kabupaten Minahasa Utara. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Kolaborasi Olah Sampah BUMN yang dikoordinir oleh Badan Pengaturan (BP) BUMN.

Komitmen Brantas Abipraya untuk Lingkungan dan Masyarakat

Direktur SDM dan Umum Brantas Abipraya, Tumpang Muhammad, menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan. "Lewat Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan berfokus pada pengurangan sampah serta pemberdayaan masyarakat di sekitar Likupang," ujarnya. Aksi ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

BUMN konstruksi ini berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan, khususnya di kawasan wisata prioritas.

Dua Tahap Program Pengolahan Sampah di Likupang

Program kolaborasi yang melibatkan 28 BUMN ini dilaksanakan dalam dua fase:

Tahap Pertama (2022-2023)

Fase ini telah mencakup penyediaan sarana dasar pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, serta pembangunan Rumah Bakti BUMN di Desa Likupang. Rumah Bakti kini berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Tahap Kedua (2023–2025)

Fokus tahap kedua adalah pada pengembangan kapasitas masyarakat dan pengembangan ekonomi sirkular. Kegiatannya meliputi revitalisasi gazebo di Pantai Paal, penyediaan mesin olah sampah, serta pelatihan teknis dan kewirausahaan di Rumah Bakti BUMN.

Apresiasi Pemerintah Daerah

Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Novly, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. "Pelatihan dan pendampingan yang diberikan sangat bermanfaat dan memberikan dampak positif dari sisi lingkungan maupun ekonomi," tuturnya.

Membangun Infrastruktur dan Kesadaran Lingkungan

Melalui program ini, Brantas Abipraya tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

"Kami percaya pembangunan infrastruktur yang baik harus sejalan dengan pelestarian lingkungan. Melalui program ini, Brantas Abipraya ingin memberikan nilai tambah bagi masyarakat Likupang dan mendukung pengembangan pariwisata hijau di Indonesia," imbuh Tumpang Muhammad.

Sinergi dari 28 BUMN ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata untuk mewujudkan Indonesia yang bersih, berdaya, dan berkelanjutan.

Komentar