Prabowo: Kemandirian Pangan Kunci Kedaulatan Nasional, Impor Pangan Dinilai Pemikiran Sesat

- Selasa, 04 November 2025 | 12:24 WIB
Prabowo: Kemandirian Pangan Kunci Kedaulatan Nasional, Impor Pangan Dinilai Pemikiran Sesat

Prabowo Tegaskan Kemandirian Pangan Kunci Kedaulatan Nasional

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa ketergantungan impor bahan pangan merupakan pemikiran yang keliru bagi bangsa mana pun. Dalam pernyataannya, ia menyoroti pendapat beberapa pakar yang mendukung ketergantungan impor pangan sebagai suatu kesesatan berpikir.

"Pandangan pakar yang meyakinkan kita untuk bergantung pada impor pangan adalah pemikiran yang sesat," tegas Prabowo saat meresmikan revitalisasi Stasiun Tanah Abang di Jakarta Pusat, Selasa (4/11).

Pangan sebagai Pilar Utama Kedaulatan Negara

Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa sektor pangan merupakan elemen paling strategis bagi kedaulatan suatu negara. Ia menegaskan bahwa kemandirian pangan adalah syarat mutlak bagi kelangsungan hidup bangsa.

"Pangan adalah hal paling strategis. Tidak mungkin ada negara tanpa ketersediaan pangan, dan tidak ada bangsa yang boleh bergantung pada pangan dari negara lain. Itu tidak masuk akal," ujarnya dengan tegas.

Fokus Pemerintah pada Ketahanan Pangan Nasional

Pemerintah mengarahkan fokus utama pada pengamanan kebutuhan pangan nasional di tahun pertama kepemimpinan Prabowo. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Capain Positif dalam Ketahanan Pangan

Hasil kerja cepat pemerintah menunjukkan kemajuan signifikan di bidang ketahanan pangan. Prabowo mengungkapkan bahwa cadangan pangan nasional saat ini mencapai posisi tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

"Berkat kerja keras tim pemerintah, kita berhasil memproduksi pangan dalam jumlah tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Cadangan pangan kita sekarang yang terbesar sejak Indonesia berdiri. Kita aman di bidang pangan dan akan terus mengamankannya," tandas Presiden.

Komentar