Kristia Budiyarto Dipecat dari Jabatan Komisaris PT PELNI
Kristia Budiyarto, yang dikenal dengan nama Kang Dede, resmi diberhentikan dari posisinya sebagai Komisaris PT PELNI. Pria yang populer dengan sebutan "Komisaris jalur Buzzer" ini dikenal sebagai buzzer untuk Joko Widodo (Jokowi) dan Erick Thohir.
Figur Kang Dede kerap menimbulkan kontroversi di media sosial. Salah satu cuitannya yang paling banyak diperbincangkan adalah ketika dia memplesetkan kata "khilafah" menjadi "khilaf"ck". Hal ini memicu berbagai reaksi dan kritik dari netizen.
Kasus Pemalsuan Ijazah Kristia Budiyarto
Masalah lain yang membayangi kariernya adalah dugaan pemalsuan latar belakang pendidikan. Dalam laman resmi PT PELNI, Kristia Budiyarto tercantum sebagai lulusan Universitas Hasanuddin (UNHAS).
Namun, pihak Universitas Hasanuddin secara resmi membantah klaim tersebut. Melalui liputan Tempo yang terbit pada 16 Januari 2025 dengan judul "Unhas Ungkap Komisaris BUMN Kristia Budiyarto Buzzer Jokowi Bukan Alumnus Kampusnya", ditegaskan bahwa Kristia Budiyarto tidak pernah tercatat sebagai mahasiswa di universitas tersebut.
Manusia biawak ini yang ngaku² sarjana alumni universitas Hasanuddin
— 🍾ϲοиgγαиg 🥴 (@tigadewamania) November 3, 2025
Pemberhentian Kristia Budiyarto dari PT PELNI menjadi sorotan publik, menyusul berbagai kontroversi yang melibatkan namanya, mulai dari aktivitasnya sebagai buzzer hingga masalah kredensial pendidikannya.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Hakim PN Depok dalam OTT, Uang Ratusan Juta Diamankan
Tumpukan Sampah Membentuk Daratan Baru, Ancam Ekosistem dan Nelayan di Pesisir Cirebon
Dinamika Ruang Ganti Memanas, Otoritas Arbeloa di Real Madrid Dipertanyakan
Akuntan di Lhokseumawe Rekayasa Begal untuk Gelapkan Gaji Relawan Rp59,9 Juta