Rocky Gerung Sebut Perpindahan Projo ke Gerindra Sebagai Transaksi Politik Jokowi-Prabowo
Pengamat politik Rocky Gerung memberikan analisis tajam mengenai rencana perpindahan relawan Projo (Pro Jokowi) ke Partai Gerindra. Menurut Rocky, langkah ini merupakan bentuk transaksi politik besar-besaran antara mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Prabowo Subianto.
Projo Resmi Minta Izin Pindah ke Gerindra
Ketua Umum Projo, Budi Ari Setiadi, secara resmi meminta izin kepada para relawannya untuk bergabung dengan Partai Gerindra dalam Kongres Projo Ketiga. Pernyataan ini menegaskan komitmen Projo untuk memperkuat partai yang saat ini dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Keputusan strategis ini juga disertai dengan rencana penggantian logo partai yang selama ini menampilkan gambar wajah Jokowi.
Analisis Rocky Gerung: Politik Transaksi Besar-Besaran
Rocky Gerung dalam wawancara eksklusif di kanal YouTube 'Rocky Gerung Official' menyatakan bahwa politik Indonesia sedang memasuki era transaksi habis-habisan. "Politik sedang masuk di dalam era transaksi habis-habisan atau transaksi besar-besaran," ujar Rocky Gerung.
Pengamat politik ini menduga kuat bahwa perpindahan massa Projo ke Gerindra dilakukan dengan seizin langsung dari Jokowi. "Tentu dengan seizin Pak Jokowi maka Projo akan dihibahkan ke Gerindra," kata Rocky. Ia juga menyoroti sikap hati-hati yang terlihat dari ketidakhadiran baik Jokowi maupun Prabowo dalam pertemuan Projo tersebut.
Konteks Politik Nasional yang Lebih Luas
Rocky Gerung mengaitkan perpindahan ini dengan berbagai kasus yang menyangkut dinasti Jokowi dan isu-isu politik yang beredar di publik. Ia mempertanyakan apakah langkah politik ini merupakan bentuk kompensasi untuk menghentikan opini publik yang menghendaki pemeriksaan terhadap Presiden Jokowi dalam berbagai kasus.
Rocky memprediksi akan terjadi "gempa bumi politik baru" atau "radical break" dalam waktu dekat, dengan eskalasi berbagai kasus yang selama ini terpendam. Prediksi ini menjadi perhatian serius dalam peta politik Indonesia menjelang tahun 2025.
Pentingnya Peran Media dan Masyarakat Sipil
Rocky Gerung menekankan pentingnya peran media independen, aktivis, dan civil society dalam mengawal agenda publik yang substansial. Ia mengingatkan agar isu-isu penting seperti kasus ijazah palsu tidak teralihkan oleh isu-isu tidak substansial.
"Kita harus terus mengawal apa yang sekarang menjadi konsen agenda publik. Jadi agenda konsen publik seperti soal ijazah palsu dan sebagainya, kita tidak boleh teralihkan oleh isu-isu yang tidak substansial," tegas Rocky.
Ia juga menyampaikan pesan penting mengenai perlindungan hak anak muda dalam menyampaikan kritik. "Anak muda berhak untuk punya masa depan. Karena itu mereka berhak untuk memberi kritik," pungkas Rocky Gerung menutup analisis politiknya.
Artikel Terkait
PSM Makassar Andalkan Pemain Asing Baru untuk Hentikan Tren Negatif di Liga 1
Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD Kenang Peran Kunci dalam Reformasi Konstitusi 1998
Timnas Futsal Indonesia Tembus Final Piala Asia untuk Pertama Kali, Kalah Dramatis dari Iran Lewat Adu Penalti
Timnas Futsal Indonesia Tumbang dari Iran di Final AFC Asian Cup Lewat Drama Adu Penalti