MURIANETWORK.COM - Tiga fasilitas Iran baru saja diserang pasukan Amerika Serikat.
Serangan yang dilancarkan Amerikat Serikat disinyalir menjadi bukti kuat dukungan Negeri Paman Sam terhadap Israel.
Hal itu terbukti dengan pernyataan terbaru Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Dalam pernyataannya, Netanyahu mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Amerika Serikat.
Serangan tersebut merupakan balasan atas serangan yang sebelum sempat dilancarkan Iran ke Israel.
Banyak pihak yang berasumsi jika serangan Iran tersebut sebagai sikapnya yang pro terhadap Palestina.
Termasuk Buya Yahya. Menurutnya, dukungan kepada Palestina tidak hanya datang dari umat muslim.
Pendapat Buya Yahya
Ia menyampaikan bahwa konflik ini bukan urusan agama, melainkan kemanusiaan.
"Siapapun yang ingin membela Palestina hari ini, tentu harus kita dukung bersama," ujar Buya Yahya, seperti dikutip dari akun TikTok pribadinya pada 21 Juni 2025.
"Dukungan bukan dari orang Islam saja. Di luar Islam banyak dukungan untuk Palestina. Apakah nanti muncul dari Iran, Inggris, atau mungkin China," ungkapnya.
Buya Yahya: "Zionis Israel adalah musuh kita bersama, siapa pun yang ingin membela Palestina, maka harus didukung."
Mas Gres (@erlanishere) June 21, 2025
Ini bukan saatnya ribut-ribut Sunni-Syiah!
Umat Islam harus bersatu melawan Zionis! pic.twitter.com/4congCu1H5
Pendapat Ustadz Felix Siauw.
Berbeda dengan Ustadz Felix Siauw. Ia mengklaim jika serangan tersebut dilancarkan Iran bukan karena pro Palestina.
Melainkan, sebagai aksi balasan terhadap serangan yang sebelumnya dilancarkan Israel kepada Iran.***
Sok tahu banget, si Felix Siauw ini. Dari dulu ga pernah berubah… pic.twitter.com/7ZEtz4jozL
narkosun (@narkosun) June 22, 2025
Sumber: jatimnetwork
Artikel Terkait
Janji Motor Tak Ditepati, Anak Tusuk Ayah hingga Tewas di Bulukumba
Gen Halal Championship 2025 Cetak 45 Finalis, Bukti Gaya Hidup Halal Kian Digandrungi Pelajar
Heboh Video 1 Menit 50 Detik, Teh Pucuk Harum Jadi Misteri yang Picu Bahaya Phising
Parlemen Iran Ancam AS dan Israel Jadi Sasaran Balasan Militer