Kisah Tragis Anti Puspitasari: Awal Mula Selingkuh hingga Tewas di Hotel
Suami sah dari mendiang Anti Puspitasari (22), Adi Rosadi (36), mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa dirinya pernah memergoki istrinya berselingkuh. Dalam pengakuannya, Adi menyatakan memiliki bukti percakapan WhatsApp (WA) antara istrinya dengan pria lain. Meski telah memergoki perselingkuhan tersebut, Adi memilih untuk memaafkan dan tidak menceraikan istrinya yang telah memberikannya seorang anak.
"Dulu korban ini pernah ketahuan selingkuh oleh saya. Ada chat WA dengan seorang laki-laki, saat itu saya marahi," ujar Adi Rosadi kepada wartawan, Selasa (14/10/2025). Setelah kejadian itu, kehidupan rumah tangga mereka berusaha dilanjutkan seperti biasa.
Selingkuh Berulang dan Petaka di Hotel Lendosis
Namun, perselingkuhan ternyata berulang. Anti Puspitasari tercatat melakukan check-in di Hotel Lendosis, Palembang, pada Jumat (10/10/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Ia bersama seorang pria muda bernama Febrianto alias Febri. Adi mengaku tidak mengenali pria yang terlihat bersama istrinya dalam rekaman CCTV hotel tersebut.
Pertemuan di hotel itu berakhir tragis. Anti Puspitasari tewas dibunuh oleh Febrianto, pria yang disebut membayarnya melalui jasa open Booking Online (BO) yang diatur via media sosial. Adi Rosadi mengaku tidak mengetahui sebelumnya bahwa istrinya terlibat dalam dunia open BO, meski pernah mencurigai komunikasinya dengan pria lain di WhatsApp.
Motif Pembunuhan: Kesal Disuruh Keluar Kamar
Saat diperiksa di Mapolda Sumsel, pelaku Febrianto mengaku motif pembunuhan berawal dari rasa kesal. Ia marah karena korban tidak mau melakukan hubungan intim untuk kedua kalinya, padahal menurut perjanjian kencan, korban setuju dibayar Rp300.000 untuk jasa berhubungan badan sebanyak dua kali.
“Iya (melakukan) pembunuhan, karena kesal. Karena sebelum waktunya, saya disuruh keluar dari kamar,” kata Febrianto dalam konferensi pers di Polda Sumsel.
Dirkrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Johannes Bangun, menegaskan bahwa pelaku merasa ditipu karena korban dianggap melanggar kesepakatan. "Pelaku merasa kesal dan marah ke korban. Saat itulah terjadi pembunuhan,” ujarnya di Mapolda Sumsel, Kamis (16/10/2025).
Berdasarkan pengakuan pelaku, ia menyumpal mulut korban menggunakan manset hitam yang sebelumnya dilepas, lalu mencekik leher Anti Puspitasari hingga tewas di atas kasur kamar hotel.
Sumber: https://www.MURIANETWORK.COM/
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu